Selasa, 03 Mei 2016

BUDIDAYA IKAN MANFISH


Asal Ikan Manfish

Manfish atau yang dikenal juga dengan istilah ‘Angel fish’ berasal dari perairan Amazon. Manfish (Pterophyllum scalare) tergolong ke dalam famili Cichlidae, mempunyai ciri-ciri morfologis bentuk tubuh pipih dengan tubuh seperti anak panah, memiliki warna dan jenis yang bervariasi, sirip perut dan sirip punggungnya membentang lebar ke arah ekor sehingga tampak sebagai busur, dan pada bagian dadanya terdapat dua buah sirip yang panjangnya menjuntai sampai ke bagian ekor.
ikan manfish Diamond (Berlian), Imperial,  Marble, Black-White.

Jenis – Jenis Ikan Manfish

Beberapa jenis ikan Manfish yang dikenal dan telah berkembang di Indonesia antara lain adalah:
  • Diamond (Berlian)
  • Imperial
  • Marble
  • Black-White.

Habitat Ikan Manfish

Ia hidup di perairan air tawar (pH 6 – 8) yang tenang arus airnya dan punya banyak tanaman air. Suhu air ideal untuk Manfish berkisar 24 – 30 oC. Ukuran ikan Manfish bisa mencapai panjang 7,5 cm (di kepustakaan ada yang menyatakan panjangnya bisa lebih dari 25 cm). kan ini dapat menerima pakan seperti blood worm, jentik nyamuk, cacing kering, dan pelet.

Klasifikasi Ikan Manfish

Klasifikasi angelfish menurut Schultze (1823) sebagai berikut:
  • Kingdom : Animalia
  • Sub Kingdom : Metazoa
  • Phylum : Chordata
  • Sub phylum : Vertebrata
  • Superclass : Osteichthyes
  • Class : Actinopterygii
  • Ordo : Perciformes
  • Family : Cichlidae
  • Genus : Pterophyllum
  • Species : Pterophyllum scalare

Budidaya Ikan Manfish

Ikan manfish dapat dijadikan induk setelah umurnya mencapai 7 bulan dengan ukuran panjang ± 7,5 cm. Induk jantan dicirikan dengan ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan induk betina. Kepala induk jantan terlihat agak besar dengan bagian antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung, serta bentuk badan lebih ramping dibandingkan dengan ikan betina. Sementara induk betina dicirikan oleh ukuran tubuh yang lebih kecil dan bentuk kepalanya yang lebih kecil dengan bagian perut yang lebih besar/gemuk serta terlihat agak menonjol.
Ikan manfish akan menempelkan telurnya pada substrat yang halus, misalnya potongan pipa PVC yang telah disiapkan/ditempatkan dalam akuarium pemijahan. Karena ikan manfish cenderung menyukai suasana yang gelap dan tenang, maka pada dinding akuarium dapat ditempelkan kertas atau plastik yang berwarna gelap.
Induk manfish akan memijah pada malam hari. Induk betina menempelkan telurnya pada substrat dan diikuti ikan jantan yang menyemprotkan spermanya pada semua telur, sehingga telur-telur tersebut terbuahi. Jumlah telur yang dihasilkan setiap induk berkisar antara 500-1000 butir.


Ikan Hias Manfish atau banyak dikenal dengan sebutan istilah 'Angel fish' berasal dari perairan Amazon, Amerika Selatan. Manfish (Pterophyllum scalare) tergolong ke dalam famili Cichlidae, memiliki ciri-ciri morfologis dan juga mempunyai warna dan jenis serta tipe yang bervariasi dan memiliki bentuk tubuh pipih dengan postur tubuh seperti anak panah memiliki Sirip perut dan sirip punggungnya membentang lebar ke arah ekor maka akan kelihatan seperti busur yang berwarna gelap transparan dan pada bagian dadanya terdapat dua buah sirip yangmempunyai panjang menjuntai hingga ke bagian tubuh daerah ekor. dapat juga Menjaga serta melindungi keturunannya serta memiliki sifat omnivorus yang Tergolong mudah untuk menerimaberaneka ragam jenis - jenis makanan dalam beraneka ragam bentuk dan sumber danSehingga bagi anda yang sejauh ini sebagai seorang hobiis Ikan Hias Manfish anda jugadapat mencoba untuk melakukan Cara Budidaya Ikan Hias Manfish  atau ternak ikan manfish ini.

Ikan Hias Manfish Dan Cara Budidaya
Ikan Hias Manfish Dan Cara Budidaya
Factor ini dapat menjadikan anda sebagai ladang bisnis yang cukup lumayan menjanjikan bagi anda yang benar - benar serius untuk menggeluti aspek budidaya ikan dan tentunya untuk Budidaya Ikan Hias Manfish ini serta bisa untuk Cara mengembangbiakannya ataupun membudidayakan ikan hias manfish ini. dan berikut Ikan Hias Manfish Dan Cara Budidaya


Type ikan Manfish yang dikenal dan juga populer sudah berkembang di Indonesia antara lain yaitu : 
- Diamond (Berlian) memiliki warna tubuh perak mengkilat hingga hijau keabuan. padadaerah bagian  kepala atas terdapat warna kuning sampai coklat kehitaman yang menyusurhingga sektor punggung.
- Manfish Imperial memiliki warna basic perak akan tetapi bagian tubuhnya dihiasi empat buah garis vertikal berwarna hitam/coklat kehitaman.
- Manfish Marble mempunyai warna campuran hitam dan putih yang menempa garis vertikal.
- Manfish Black-White memiliki warna hitam menghiasi separuh tubuhnya sektor belakang, &warna putih menghiasi separuh sektor depan termasuk juga bidang kepala. 

Untuk Pengelolaan Induk
Ikan Manfish dapat kita pilih yang sudah cukup umur untuk dijadikan induk sesudah umurnya mencapai 7 bulan dengan ukuran panjang ± 7,5 cmUntuk mencapai hasil yang optimal, indukmesti dikelola bersama dengan baik antara lain dengan pemberian pakan yang baik seperti jentik nyamuk, cacing Tubifex, atau Chironomous. Tidak Cuma itu sebab induk ikan manfishamat sangat peka pada serangan penyakit, sehingga butuh diberikan obat dengan caraperiodik Obat yang bisa di pergunakan antara lain Oxytetracycline dan juga garam. 

Sebelum anda pijahkan, induk manfish dipelihara dengan cara massal ( jantan dan betina )pertama - tama dalam 1 akuarium yang besar (ukuran 100x60x60 cm3). Sesudah matang telur, induk manfish dapat berpasangan hingga dapat memisahkan dari ikan yang lain. Indukyang berpasangan tersebut telah bisa untuk anda ambil dan juga di pijahkan pada sebuah tempat pemijahan. 

Kanan Betina Dan Kiri Jantan
Dan di luar dari pada itu dapat anda lakukan antara lain dengan memasangkan induk Ikan Manfish dengan cara cepat sesudah mengetahui induk jantan dan juga betina. Induk jantan di cirikan dengan ukuran badan yang lebih besar dari betinanya . bagian Kepala induk jantankelihatan agak lebih besar dari indukan betina dan juga bagian tubuh antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung serta bentuk tubuh lebih ramping di bandingkan dengan ikan betina.
Teknik Pemijahan

Berwarna Gelap
Cara Pemijahan dilakukan di akuarium berukuran 60x50x40 cm3 dengan keadaan tinggi air ± 30 cm. dan juga di dalam akuarium tersebut diberikan aerasi untuk menyuplai oksigen dan Ikan manfish dapat menempelkan telurnya pada substrat yang halus, contohnya potongan pipa PVC yang sudah anda siapkan untuk anda tempatkan dalam akuarium pemijahan.Dikarenakan ikan manfish cenderung sangat suka tempat yang gelap dan keadaanya santai,sehingga padap dinding akuarium dapat anda tempelkan kertas atau plastik yang berwarna gelap. 

Pemijahan Ikan Manfish
Indukan Ikan Manfish dapat memijah pada saat waktu tengah malam hari. Induk betina menempelkan telurnya pada substrat dan diikuti ikan jantan yang menyemprotkan spermanyapada seluruh telur, maka telur-telur tersebut terbuahi. Jumlah telur yang dapa dihasilkan olehtiap-tiap induk Ikan Hias Manfish berkisar antara 500-1000 butir telur. Sewaktu periodepemijahan tersebut, induk masihlah di berikan pakan berupa cacing Tubifex, Chironomous atau Daphnia. 

Penetasan Telur Dan Pemeliharaan Larva
Telur yang banyak menempel pada substrat kemudian dipindahkan ke dalam akuarium penetasan telur (berukuran 60x50x40 cm3) supaya bisa ditetaskan. pada air alat penetasan sebaiknya ditambahkan obat anti jamur, antara lain Methyline Blue dgn dosis 1 ppm.untuk dapat menjaga kestabilan suhu, sehingga ke dalam alat penetasan telur tersebut gunakan pemanas air (water heater) yang dipasang pada suhu 27-28oC. dan Telur Ikan Hias Manfishdapat menetas kurang lebih 2-3 haribersama derajat penetasan telur berkisar 70-90%.Setelah Itu paralon ruangan penempelan telur diangkat dan juga dilakukan perawatan larvasampai berusia ± 2 pekan

Pakan Yang dapat Di Berikan
Pakan yang diberikan pada saat pemeliharaan larva Ikan Hias Manfish tersebut berupa pakan alami yang cocok dengan bukaan mulut larva dan mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, antara lain nauplii Artemia sp. Pakan tersebut diberikan 2 kali sehari ( pagi dan jugasore ) sampai larva berumur ± 10 hri & dilanjutkan dengan pemberian cacing Tubifex. 

Pendederan dan juga Pembesaran 
Sesudah berusia ± 2 pekan, benih tersebut akan dilakukan penjarangan untuk setelah itudilakukan pendederan hingga anakan Ikan Hias Manfish berusia 1 bulan dan berikutnyamerupakan memanen benih tersebut untuk anda pindahkan ke dalam bak/wadah pembesaran. Dalam hal tersebut yang akan dipakai bak fiber atau bak semen, tergantung wadah yang terssediaTatkala periode pembesaran, di upayakan supaya ada aliran air ke dalam wadah pembesaran meskipun sedikit. Padat penebaran untuk pembesaran anakan Ikan Hias Manfish berkisar 100 ekor/m2. Pakan yang diberikan berupa cacing Tubifex atau pellet hingga benih berusia ± 2 bln. Ukuran yang di raih rata rata berkisar 3 - 5 cm

Penyakit Dan Juga Cara Untuk Penanggulangannya 
Ikan Hias Manfish dikenal lumayan peka pada serangan penyakit oleh karena itudimanfaatkan pengelolaan dengan cara baik dengan menjaga mutu air dan juga jumlah pakanyangdapat anda berikan. dan dari Sekian Banyak type parasit yang biasa menyerang benih/induk Manfish antara lain ialah : Trichodina sp., Chillodonella sp. & Epystilys sp. Sedangkan bakteri yg menginfeksi yaitu Aeromonas hydrophilla. 

Jenis Obat Yang Dapat Di Gunakan Untuk Menanggulangi Serangan Penyakit Parasitek Antara Lain :
- Formalin 25%, NaCl 500 ppm.
Untuk penyakit bakteri dapat anda pakai Oxytetrachycline 5 - 10 ppm bersamatdengan cara perendaman 24 jam. 


Demikianlah untuk Ikan Hias Manfish Dan Cara Budidaya semoga dapat membantu anda dalam hal Budidaya Ikan Hias  Manfish dan dapat memberikan sedikit cara ataupun inpormasi untuk anda supaya bisa membudidayakan ikan Hias Manfish tersebut cukup sekian dan terimakasih.

Sumber : 1.  http://www.bibitikan.net/
                2,  http://www.cherewed.com
PEMBENIHAN IKAN BLACK GHOST

Bagian I



Tahap pertama dalam pembenihan ikan black ghost adalah pemeliharaan induk yang meliputi persiapan wadah, penyediaan dan seleksi induk serta pemberian pakan. Tahap kedua, pengelolaan air dimana setiap harinya dilakukan pergantian air sebanyak 20-30%.

Tahap ketiga, pencegahan dan penanganan penyakit yang berupa pemberian methylen blue untuk pencegahan dan pemberian methylen blue serta garam untuk pengobatan. Tahap keempat adalah pemijahan induk dengan menggunakan bak/akuarium, peletakan substrat.

Dalam pemijahan induk perbandingannya 2 ekor betina dan 3 ekor jantan yang dilakukan pada malam hari. Pagi harinya dilakukan proses pengecekkan telur. Telur-telur yang tidak menempel pada substraty disedot dengan selang. Tahap kelima, penetasan telur yang meliputi proses persiapan wadah, inkubasi dan penetasan telur serta pemanenan telur.

Tahap keenam adalah pemeliharaan larva, yang meliputi proses persiapan wadah, penebaran larva, pemberian pakan, pengelolaan air, serta pencegahan dan penanganan penyakit. Tahap akhirnya adalah pemanenan dan pengepakan. Pemanenan dilakukan setelah benih mencapai ukuran 1-2 inci. Wadah yang digunakan untuk pengepakan adalah plastik volume 15 liter dengan perbandingan air dan udara 1:2. Setiap wadah pengepakan dimasukkan ikan sebanyak 250 ekor.

 GAMBAR I

 GAMBAR II

 GAMBAR III

Pemeliharaan Induk

1) Persiapan wadah pemeliharaan
  • Pemeliharaan induk dapat dilakukan pada bak berukuran 150 x 150 x 50 cm dan dilengkapi dengan aerasi serta diberi dua buah genteng sebagai tempat persembunyian bagi induk pada siang hari
  • Bak diisi air sampai ketinggian 35 cm.
  • Selain bak, induk ikan black ghost juga dapat dipelihara di dalam akuarium berukuran 100 x 50 x 30 cm, dan diisi air dengan ketinggian 25 cm.
2) Penyediaan dan seleksi induk
  • Induk yang akan dipijahkan adalah yang berbadan sehat dan tidak cacat serta tidak terdapat organisme penyakit pada tubuhnya.
  • lnduk black ghost dapat matang telur setelah berumur satu tahun dengan panjang sekitar 15 cm.
  • Perbedaan antara ikan jantan dan betina yang sudah matang gonad dapat dibedakan terutama dari panjang dagunya (jarak antara ujung mulut dengan tutup insang).
  • Pada ikan jantan dagunya relatif lebih panjang dibandingkan dengan ikan betina. Ikan jantan relatif lebih Iangsing dibandingkan ikan betina yang mempunyai bentuk perut yang gendut. Induk jantan dapat mencapai panjang 30 cm dan induk betina berkisar antara 15—23 cm. 

Gambar 1.1. Induk black ghost jantan dan betina
Gambar 1.2. Bak pemeliharaan dan pemijahan induk
Pemberian pakan  

  • Pakan yang dapat diberikan untuk induk black ghost yaitu cacing darah (bloodworm) atau cuk merah (larva Chironomus), dan jentik nyamuk.
  • Cacing darah diberikan setiap pagi hari setelah penyiponan kotoran, yaitu pada pukul 09.00 WIB, dan sore hari pukul 16.00 WIB.
  • Cuk merah dan jentik nyamuk juga dapat diberikan pada sore hari. Pemberian pakan dilakukan dengan cara menyebarkan pakan langsung pada dasar bak pemeliharaan secara merata. Jumlah pakan yang dipelihara disesuaikan dengan jumlah induk yang dipelihara.  
Gambar 1.3. cacing darah (bloodworm)

Gambar 1.4. cacing darah (bloodworm) Beku
Pengelolaan Air

Pergantian air dilakukan sebanyak 20-30% setiap harinya, serta pemberian aerasi sebagai suplai oksigen. 
Pencegahan dan Penanganan Penyakit

  • Penyakit yang umum ditemui dalam pemeliharaan black ghost ialah white spot yang disebabkan oleh protozoa Ichtyopthirius multfihiis.
  • Untuk pencegahan, setiap seminggu sekali diberi methylen bluedengan dosis 0,2 ppm dan 50 gram garam.
  • Sedangkan untuk pengobatan, diberi methylen blue dan garam dengan dosis dua kali lipat yaitu 0,4 ppm methylen blue dan 100 gram garam, serta ketinggian air diturunkan hingga setengah dan ketinggian bak/akuarium.  



Pemijahan Induk

  • Wadah pemijahan induk black ghost yaitu berupa bak/akuarium yang sekaligus juga digunakan sebagai wadah pemeliharaan induk.
  • Perlengkapan yang dibutuhkan ialah substrat atau tempat menempelnya telur yaitu akar pakis yang diapit oleh keramik, sehingga susunannya (dari bawah ke atas) satu keramik, tepat sejajar diatasnya diletakkan akar pakis dan satu keramik diatas pakis.
  • Peletakkan substrat tersebut biasanya dilakukan pada sore hari.
  • Pemijahan induk black ghost dilakukan dengan perbandingan 2 ekor betina dan 3 ekor jantan dimana dalam satu bak pemijahan terdapat 10 ekor induk.
  • Proses pemijahan biasanya berlangsung pada malam hari ditandai dengan kejar-mengejar antara induk jantan dan betina, setelah itu lama-kelamaan mendekati substrat yang berupa akar pakis dan terjadi pemijahan.
  • Pada pagi hari dilakukan pengecekan telur. Jika pada malam hari terjadi pemijahan, substrat akan dipenuhi dengan butiran-butiran telur black ghost yang menempel pada akar pakis.
  • Telur-teIur yang tidak menempel pada substrat disedot dengan selang berdiameter 0,5 cm, kemudian ditampung dalam baskom dan segera dipindahkan ke dalam akuarium penetasan.
Penetasan Telur

1)   Persiapan wadah
  • Wadah penetasan telur berupa akuarium berukuran 80 x 45 x 25 cm dengan tinggi air 20 cm, dilengkapi dengan aerasi.
  • Air yang digunakan untuk penetasan sebaiknya air yang sudah diendapkan sehari semalam, setelah itu diberi methylen blue dengan dosis 0,3 ppm dan tetrasiklin 0,2 ppm.
2)   Inkubasi dan penetasan telur
  • Telur-telur yang terbuahi akan terlihat berwarna kuning bening, sedangkan telur yang tidak terbuahi akan berwarna putih.
  • Penebaran telur dilakukan dengan cara meletakkan akar pakis dan keramik pada akuarium penetasan dengan syarat akar pakis dan keramik terendam air seluruhnya.
  • Telur ikan black ghost akan menetas setelah 3 — 4 hari.
  • Telur yang tidak menetas dan berwarna putih dibuang dengan cara disedot dengan selang berdiameter 0,5 cm dan harus dilakukan dengan hati-hati agar larva black ghost yang telah menetas tidak ikut terbawa.
3) Pemanenan telur
  • Telur-telur yang telah menetas dan menjadi larva tidak langsung dipindahkan ke akuarium lain tetapi dibiarkan terlebih dahulu selama satu minggu sampai larva black ghost agak berwarna hitam dan cukup kuat untuk dipindahkan.
  • Sebelum larva dipindahkan, akar pakis dan keramik dikeluarkan dari akuarium penetasan, dan diusahakan tidak ada yang bersembunyi di dalam pakis.
  • Pemanenan dilakukan dengan menggunakan selang sipon agak besar kemudian larva disedot dan ditampung ke dalam baskom, setelah itu baru dipindahkan ke akuarium lain.
Pemeliharaan Larva

1) Persiapan wadah
  • Pemeliharaan larva black ghost dilakukan di bak semen atau akuarium. Pemeliharaan di bak semen, dilakukan pada bak yang berukuran 150 x 150 x 40 cm, dengan ketinggian air 35 cm.
  • Sedangkan untuk pemeliharaan di akuarium, dilakukan pada akuarium yang berukuran 100x 50 x 40 cm.
  • Sebelum digunakan, bak/akuarium dibersihkan terlebih dulu dan dilengkapi dengan aerasi dan diberi pelindung berupa paralon atau roster bata. Air yang digunakan ialah air yang telah didiamkan sehari semalam.
2) Penebaran larva
  • Larva yang ditebar ialah larva yang berumur 7 hari setelah menetas.
  • Setiap bak ditebar 100 ekor larva, sedangkan untuk akuarium ditebar sebanyak 500 ekor.
  • Kriteria larva yang telah siap untuk dipindahkan yaitu larva yang sudah benar-benar kuat dan berwarna agak hitam larva yang masih transparan tidak boleh dipindahkan.
3) Pemberian pakan
  • Larva yang baru menetas belum diberi pakan karena masih mengandung kuning telur.
  • Setelah kuning telur habis yaitu 3 — 4 hari, maka pada hari ke-5 larva diberi pakan Aflemia hingga berumur 15 hari yang diberikan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.
  • Kemudian dilanjutkan dengan pemberian kutu air sampai larva berumur 20 hari yang diberikan dua kali sehari pada pagi dan sore hari, kemudian mulai dikombinasikan dengan cacing sutera sampai umur satu bulan.
  • Pada umur satu bulan tersebut, rata-rata larva sudah mencapai panjang 3/4 inci. Kemudian didederkan lagi sampai mencapai panjang 1 — 2 inci selama 1 — 2 bulan.
  • Dalam tahap pendederan pakan yang diberikan adalah cacing
4) Pengelolaan air
  • Penyiponan kotoran pada bak/akuarium pemeliharaan larva dilakukan setiap 3 hari sekali untuk membuang sisa-sisa pakan yang tidak termakan oleh larva.
  • Bersamaan dengan penyiponan kotoran dilakukan juga penggantian air sebanyak 10-20%.
5) Pencegahan dan penanganan penyakit 
  • Penyakit yang biasanya menyerang larva black ghost ialah white spot (bintik putih) dan bakteri.
  • Pencegahan dan pengobatan larva yang terserang white spot sama dengan yang dilakukan untuk induk seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada pemeliharaan induk.
  • Sedangkan untuk serangan bakteri dapat diobati dengan tetracycline 5 — 7 ppm.
Pemanenan dan Pengepakan

  • Pemanenan dilakukan setelah benih ikan memenuhi standar ukuran layak jual yaitu panjang 1 — 2 inci.
  • Panen dilakukan dengan cara menyerok ikan dengan serok yang halus agar tidak merusak sisik ikan.
  • Kemudian dimasukkan dalam baskom yang sudah berisi air untuk kemudian disortir atau dikelompokkan berdasarkan ukurannya.
  • Wadah yang digunakan untuk pengepakan adalah plastik dengan volume 15 liter.
  • Plastik dibuat rangkap dua agar tidak mudah pecah/bocor.
  • Plastik tersebut diisi air yang telah didiamkan sehari semalam sebanyak 5 liter dan sisanya diisi oksigen murni, perbandingan antara air dan udara adalah 1:2.
  • Dalam setiap wadah pengepakan dimasukkan sebanyak 250 ekor ikan yang berukuran 2 inci, sedangkan untuk ikan yang berukuran 3 inci dimasukkan sebanyak 200 ekor.
Sumber :  http://budidayaikan-blackghost.blogspot.co.id/

PRODUKSI GARAM DI LAHAN SEMI INTENSIF


Pada proses pembuatan garam menggunakan teknik semi intensif membutuhkan modifikasi lahan tambak dengan penambahan ulir pada tahap peminihan dengan tujuan untuk mempercepat proses penuaan air. Penambahan ulir disini dimaksudkan untuk mempercepat penguapan pada air laut sehingga saat tiba di petak penampungan sudah mencapai 20 Be dalam waktu yang lebih singkat apabila kondisi cuaca dan iklim memungkinkan. 

Pada teknik semi intensif ini, ulir dibuat berbentuk petakan – petakan kolam tanah yang berkelok – kelok dengan dasar yang tidak rata untuk membuat arus air secara alami sehingga terjadi proses penguapan yang di bantu cahaya matahari dan angin. Dengan adanya ulir ini diharapkan dapat mempercepat waktu penuaan air laut sehingga proses produksi dapat lebih singkat.Ketinggian air pada ulir berkisar antara 10 – 20 cm. Perbandingan luas lahan peminihan dengan lahan kristalisasi adalah 35 : 65.  

Disamping peningkatan kuantitas garam dengan teknologi ulir, peningkatatan kulaitas garan juga sangat diperlukan untuk meningkatkan harga jual garam. Salah satu metode untuk meningkatkan kualitas garam adalah dengan menggunakan teknologi GEOMEMBRAN. 

Teknologi Geomembran adalah upaya menghindari kontak langsung antara dasar meja kristalisasi (tanah) dengan air laut yang akan dikristalkan dengan cara melapisi dasar meja kristalisasi dengan terpal plastik sehingga kualitas garam yang dihasilkan bebas dari kotoran/tidak bercampur dengan tanah.

Alur Proses Produksi Garam Pada Lahan Semi Intensif
 
SALURAN AIR MUDA/AIR LAUT (CAREN)
Saluran air muda/caren berfungsi mengangkut air laut dari laut menuju lahan garam. Pengaliran air laut bisa menggunakan bantuan mesin pompa atau mengandalkan pasang air laut. Kepekatan air laut di Pantai Utara Jawa berkisar 20 BE, selama proses pengaliran air laut di caren kepekatan air laut akan mengalami peningkatan dari 20 Be menjadi 40 Be.

Saluran air muda/air laut (Caren)
KOLAM PENAMPUNG AIR MUDA 
Air laut dari saluran primer (caren) kemudian dialirkan ke kolam penampung air muda. Luas kolam penampung air muda ini sekitar 10% dari total luas lahan garam. Air muda yang tersimpan di kolam penampung diendapkan selama 7 – 10 hari dengan ketinggian air ± 1 meter. Selama proses ini kepekatan air akan meningkat dari 40 Be menjadi 70 Be (panas normal). Selain sebagai kolam penampung, kolam ini juga berfungsi untuk mengendapkan kotoran yang terbawa oleh air laut , kemudian air dari kolam penampung dialirkan ke kolam ulir.
Kolam Penampung Air muda
KOLAM ULIR
Luas lahan kolam ulir sekitar 20% dari total luas lahan garam. Untuk mengalirkan air dari kolam penampungan air muda ke kolam ulir digunakan pompa kincir angin. Air dikolam ulir akan mengalir melewati pematang yang dibuat zig – zag. Proses penuaan air di kolam ulir berlangsung selama ±4 hari, dengan ketinggian air 10 cm. Kepekatan air akan meningkat dari 70 Be menjadi 12 – 180 Be. Kepekatan ini akan cepat terjadi pada kolam ulir karena air tersebut selalu bergerak atau mengalir perlahan – lahan pada jarak yang panjang.

Kolam Ulir

KOLAM PENAMPUNG AIR TUA (BUNKER)
Air hasil penuaan di kolam ulir kemudidan ditampung di kolam penampung air tua. Luas kolam penampung air tua sekitar 5% dari luas lahan garam. Kolam ini berfungsi untuk menyalurkan air tua ke meja Kristal. Kedalaman air tua di kolam ini sekitar 50 cm. air di kolam bunker berfungsi sebagai stok air tua. Kepekatan air di kolam bunker berkisar antar 22 – 250 Be, sehingga air tua tersebut siap untuk dilepas ke meja Kristal.

Kolam Penampung Air Tua (Bunker)

MEJA KRISTAL
Air tua selanjutnya dialirkan ke meja - meja kristal. Luas meja kristal yakni sekitar 65 % dari luas lahan tambak. Didalam meja Kristal air tua diendapkan selama  5 - 10 hari dengan kedalaman air ±5 cm. seiring dengan lamanya waktu air tua akan mengkristal menjadi Kristal garam.
Meja kristal sistem Geomembran

PANEN
Garam yang terbentuk di meja kristalisasi selama 5 hari selanjutnya dipanen dengan cara dikerik menggunakan alat pengerik yang terbuat dari kayu. Garam hasil panen kemudian dimasukkan kedalam karung dan selanjutnya diangkut ke gudang penyimpanan.

Panen Garam
Sumber :  http://lalaukan.blogspot.co.id/