Jumat, 27 April 2018

BUDIDAYA IKAN BETUTU

                                 Image result for budidaya ikan betutu

 Ada berbagai jenis ikan yang bisa dipelihara di air tawar. Ada juga yang namanya ikan betutu. Mungkin yang lebih sering kita dengar adalah ayam betutu yaitu olahan ayam yang memilki bumbu khas Bali.
Namun, ternyata ada juga jenis ikan Betutu dan ternyata ini bukanlah olahan ikan yang dihidangkan dengan bumbu khas Bali. Ikan Betutu ini  ini memang belum banyak diketahui di pasaran.
Maka dari itu wajar saja apabila jenis ikan ini belum banyak diketahui di masyarakat. Ikan jenis ini sebenarnya juga sudah mendunia, hanya saja dengan nama yang berbeda. Beberapa nama lainnya adalah ikan gabus malas sebutannya dalam dunia bisnis. Bakukut yang merupakan sebutan dari orang Kalimatan. Sun Hok adalah sebutan yang diberikan oleh Orang Cina. Sementara namanya di dunia internasional adalah Marbled Goby atau Sand Goby.
Dari sekian banyak namanya ini ternyata memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi. Karena ternyata olahan dari jenis ikan ini bukan hanya untuk dikonsumsi melainkan menjadi obat pasca operasi. Seperti yang dilakukan oleh negara – negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, bahkan Jepang menjadikan kulit ikan betutu ini minyak obat untuk pasien setelah menjalani operasi.
Sementara di dalam negeri ikan betutu menjadi olahan makanan untuk dikonsumsi. Menu – menu olahan ikan betutu ini sudah memasuki kota – kota besar di Nusantara seperti Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Medan, Surabaya, Bahkan Palembang. Dan harga sebuah olahan ikan betutu ini juga tidak main – main. Untuk menu olahan ikan betutu yang ditawarkan di hotel berbintang ini memiliki kisaran harga Rp. 250.000 hingga Rp. 300.000 untuk ukuran ikan betutu sebesar 0.8 kg sampai 1 kg.
Ikan Betutu ini dikenal sebagai ikan malas atau ikan gabus malas. Hal ini dikarenakan ikan ini tidak banyak bergerak sampai bagian tubuhnya disentuh dengan tangan manusia. Ada yang menarik dari budidaya ikan betutu ini. Mungkin memang tidak semudah budidaya ikan air tawar lainnya seperti budidaya lele organik di kolam terpalbudidaya ikan gabus di kolam terpalbudidaya ikan gurame di kolam betonbudidaya ikan gurame di kolam tembok lengkap. Berikut hal – hal yang perlu Anda ketahui dalam menjalani budidaya ikan betutu :
  Hasil gambar untuk budidaya ikan betutu
1.Memilih Induk Betutu Yang Baik
Tahapan awal yang paling utama pada saat budidaya adalah memiliki calon indukan yang baik. Bahkan dalam budidaya ikan bawal maupun budidaya ikan kutuk pun tetap perlu memilih indukan yang baik. Memiliki indukan yang baik ini bisa didapatkan dari suatu penyortiran kelompok ikan betutu. Pada umumnya ikan betutu ini ada yang langsung menangkap dari alam dan adai juga yang dibesarkan.
2. Mengetahui Ciri – Ciri Indukan Yang Baik
Karena indukan dari ikan betutu ini bisa langsung dari alam maka penting untuk Anda mengetahui seperti apa ciri – ciri indukan ikan betutu yang memiliki kualitas yang baik. Untuk indukan yang memiliki jenis kelamin betina terdapat ciri bercak hitam lebih banyak di bagian tubuhnya lebih sedikit. Kemudian indukan betina ini memiliki warna kulitnya berwarna gelap.
Sementara untuk indukan jantan memiliki bercak hitam yang lebih sedikit di tubuhnya, dan warna kulitnya pun lebih terang. Pada umumnya indukan ikan betutu jantan maupun betina memiliki bobot sekitar 175 gram. Hanya saja tubuh indukan jantan lebih ramping. Satu hal lain yang penting untuk indukan ikan betutu haruslah memiliki badan yang sehat.
3. Mempercepat Proses Reproduksi
Hal ini penting untuk dilakukan apabila Anda tidak langsung membeli benih yang sudah disediakan untuk disebar. Indukan ikan betutu yang sudah siap memijah merupakan indukan yang sedang berada di dalam masa produktif. Untuk membantu proses semakin cepat matangnya alat reproduksi indukan, Anda bisa meletakkan indukan ikan betutu dalam perawatan khusus indukan. Di dalam perawatan indukan ini, para calon indukan akan diberikan makanan yang baik. Makanan ini bisa berupa makanan alami ataupun buatan. Yang paling penting adalah makanan ini memiliki kandungan protein yang tinggi.

4. Memperhatikan Kondisi Kebersihan Kolam
Walaupun kolam ini hanya sementara untuk memepercepat proses reproduksi indukan, namun hal ini tetap harus diperhatikan. Kolam untuk indukan ikan betutu ini bisa dilakukan di kolam yang terbuat dari kakaban maupun kolam semen. Hal yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kolam tersebut dan pasokan udara di dalamnya.
5. Mengatur Kolam Pemijahan
Apabila kolam pemijahan yang Anda miliki memiliki luas kolam sebesar 200 meter persegi. Maka kolam tersebut mampu menampung calon indukan ikan betutu sebanyak 35 pasang. Namun, apabila calon indukan ikan betutu yang ingin disiapkan ini hanya untuk beberapa ekor saja, maka Anda bisa menyiapkan kolam persegi yang berukuran 8 meter yang bisa menampung sebanyak 4 pasang calon indukan ikan betutu. Untuk membantu merangsang ikan tersebut, sebaiknya air di dalamnya diganti secara terus menerus.
6. Memijahkan Ikan Betutu
Sebelum melakukan pemijahan biasanya calon indukan ikan betutu ini akan beradaptasi terlebih dahulu. Paling tidak ada 5 tahapan dalam proses pemijahan calon indukan ikan betutu. Pertama, calon indukan ikan betutu akan mulai menandai daerah kekuasaan mereka. Kemudian tahap selanjutnya adalah pembuatan sarang sebelum terjadinya perkawinan. Tahap selanjutnya ketika perkawinan sudah terjadi, akan ada telur – telur di sarang tersebut dan indukan betina akan menjaga keberadaan telur – tersebut.
7. Memnidahkan Telur Dari Sarangnya
Setelah sarang – sarang yang tadi telah dibuat diletakkan telur oleh indukan betina, maka saatnya sarang tersebut diangkan dan dipindahkan ke dalam kolam penetasan yang sudah disiapkan sebelumnya. Untuk merangsang telur supaya bisa segera menetas, Anda bisa memberikan semprotan terus – menerus pada air kolam. Untuk menghindari munculnya jamur, Anda juga bisa menggunakan metilen blue. Pada 3 hari kemudian telur tersebut bisa mulai menetas.
8. Mempersiapkan Pakan Lanjutan Untuk Larva
Ketika telur – telur ikan betutu mulai menetas, larva ikan akan makan dari cadangan makanan dari kuning telur pada sarang. Setelah itu, Anda sudah bisa menyiapkan makanan yang berupa pakan pelet yang sudah dilunakkan. Ketika larva ini sudah tumbuh lebih besar maka saatnya larva tersebut dipindahkan ke kolam pendederan.
9.Budidaya Ikan Betutu Di Aquarium
Kolam pendederan ikan betutu bisa juga dilakukan di dalam aquarium. Walaupun bisa dilakukan di aquarium, hanya saja perkembangan dan pertumbuhan ikan betutu di dalma aquarium ini menjadi kurang leluasa. Kurang besarnya ukuran aquarium ini juga menjadi salah satu faktor yang mengkhawatirkan untuk ikan betutu. Bagian sudut aquarium yang persegi ini bisa melukai bagian mulut ikan betutu saat menyergap makanannya. Jadi, apabila masih ada lahan yang tersedia untuk kolam budidaya ikan betutu, sebaiknya budidaya ini dilakukan kolam tanah seperti pada habitat aslinya.
10. Budidaya Ikan Betutu Di Kolam Tanah
Bukan hanya ikan betutu yang bisa dibudidaya di kolam tanah, beberapa ikan lainnya seperti budidaya ikan bawal juga bisa dilakukan di kolam tanah. Kepadatan ikan di dalam kolam semen ini bisa untuk sebanyak 16 ekor per kaki persegi. Gunakan tumbuhan akuatik dan juga plastik hitam untuk pecahayaan yang samar – samar. Adanya tumbuhan dan plastik hitam ini untuk melindungi ikan dari sinar matahari langsung.
Anda juga bisa membuat tempat persembunyian yang terbuat dari genting maupun pipa pvc. Kedalaman air cukup hanya 40 – 50 cm untuk kebutuhan ikan betutu mengejar anak ikan yang nanti akan menjadi pakannya. Anda juga perlu menyiapkan kandungan oksigen terlarut yang memiliki takaran DO > 5 mg/ l.
11. Pemberian Pakan 
Pemberian pakan ikan betutu ini terdapat dua jenis, yaitu pakan alami dan juga pakan pelet. Untuk komposisi pakan alami sendiri berupa ikan guppy (cetol) atau udang sungai. Sementara untuk pakan pelet sendiri perlu memiliki kandungan protein 36 %. Semakin amis pakan pelet yang diberikan ini berarti semakin bagus.
12.Waktu Pemberian Pakan
Waktu pemberian pakan ikan betutu ini tidak memiliki patokan waktu khusus. Ikan betutu memiliki sifat kurang responsif terhadap pakan mati namun masih segar. Ikan betutu ini lebih menyukai pakan hidup, namun dia akan mulai menyerang pakan tersebut ketika pakannya sudah tidak agresif.
13. Pemeliharaan Ikan Betutu
Pemeliharaan ikan betutu ini bisa digabungkan dengan budidaya ikan lainnya seperti ikan nila dan ikan mujair. Namun, yang dipelihara dalam satu kolam ini merupakan indukan ikan. Hal ini dilakukan dalam upaya memberikan ikan betutu pakan hidup dari anakan ikan nila maupun ikan mujair yang hidup di kolam yang sama.
14. Menjaga Kebersihan Kolam
Wwalaupun habitat ikan betutu ini biasa di kolam yang memiliki air payau, namun Anda perlu memastikan kondisi kolam ikan betutu ini tidak kotor dan berlumpur seperti kolam ikan lele. Untuk pembersihan kolam tanah bisa dikuras secara rutin dalam waktu 10 – 15 hari. Untuk kolam terpal maupun kolam semen bisa dikuras paling lama 2 minggu atau satu bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari lumut dan kerak yang bisa muncul pada dinding yang bisa memiliki potensi dalam membuat ikan mati.

15. Cara Menguras Kolam
Pada saat menguras kolam, Anda tidak perlu membuang semua air dalam waktu bersamaan lalu membersihkannya. Anda cukup membuang 30 % – 50 % sebagian air kolam, kemudian bisa dilanjutkan dengan menyikat bagian dinding kolam tanpa harus melukai ikan yang ada di dalamnya. Peralatan yang bisa digunakan untuk menyikat dinding kolam bisa dengan menggunakan sikat kamar mandi.
16. Mengobati Ikan Yang Terkena Penyakit
Ikan betutu ini bisa juga terkena penyakit pada saat dibudidaya. Jenis penyakit yang sering menyerangnya adalah bakteri atau jamur. Dan munculnya bakteri atau jamur ini disebabkan oleh air yang kotor. Untuk mengobatinya, Anda bisa menggunakan laruta garam dengan takaran 200 gram per liter dan dilakukan selama 10 menit. Hal ini diulangi sampai ikan benar – benar terbebas dari bakteri dan jamur.
17. Panen Ikan Betutu
Ikan betutu ini mulai bisa dipanen ketika memasuki usia 8 -12 bulan dan memiliki berat minimal sebesar 4 ons. Panen ikan betutu ini bisa dilakukan pada siang hari. Siapkan tempat penampungan seperti bak plastik. Air yang ada pada kolam disusutkan kemudian Anda bisa mengambil ikan betutu lalu dimasukkan ke dalam bak yang sudah disediakan sebelumnya. Kemudian ikan betutu yang sudah dipanen tadi disesuaikan dan disortir dengan ukurannya masing – masing.
Demikian penjelasan terkait bagaimana budidaya ikan betutu yang baik dan benar bagi pemula agar menghasilkan pengembang biakan ikan betutu yang berkualitas.
Sumber :

Kamis, 26 April 2018

JENIS JENIS NILA UNGGUL

                                         

Ikan nila sendiri sebenarnya bukan asli ikan air tawar asli Indonesia. Spesies yag bernama latin Oreochromis niloticus tersebut pertama kali di datangkan dari luar negeri pada tahun 1969. Semenjak saat itu para ahli terutama badan Balai Benih Induk (BBI) indonesia terus bereksperimen melahirkan sub-spesies terbaru. Seiring dengan populasi jenis ikan nila di alam liar juga sudah semakin terancam hingga sampai saat ini lembaga tersebut terus mengembangkan Strain terbaru.
Hanya saja menurut beberapa informasi yang berhasil saya rangkum dari beberapa sumber, pada tahun 1969 ikan nila sendiri mengalami penuruanan dari segi kualitas. Penurunan kualitas sendiri ditengarai berasal ikan tersebut yang mana memang sulit beradaptasi dengan kondisi perairan baru. Otomatis hal tesebut menjadi kendala atau alasan utama mengapa ikan tersebut sulit berkembang. Mungkin juga dari alasan itu juga mengapa ada sebuah badan khusus yang menangani jenis ikan nila. Yakni Pusat Pengembangan Induk Ikan Nila Nasional (PPIINN). Badan tersebut secara khusus dibentuk untuk meneliti ikan nila dan sekaligus bertugas mengembangkan ikan nila yang terkenal sangat rentan tersebut.

Mungkin nantinya akan sub-spesies nila akan terus bertambah, Hanya saja menurut pendapat beberapa pihak, hanya ada 8 jenis ikan nila yang dinilai paling baik dan layak dicoba oleh para petani ikan. Berbagaai jensi nila yang sudah terangkum di bawah juga sudah banyak di diandalkan oleh gedung restoran atau rumah makan mewah. Untuk selengkapnya, bisa langsung disimak beberapa jenis nila paling unggul berikut.

Nila adalah ikan air tawar yang menjadi favorit masyarakat Indonesia untuk dikonsumsi. Permintaan pasar yang tinggi terus memacu produksi budidaya nila. Nama “nila” diambil dari asal muasal ikan tersebut, yakni Sungai Nil di Afrika. Sekitar tahun 1969, ikan nila diperkenalkan di Indonesia dan beberapa rekayasa dilakukan demi mendapatkan strain nila terbaik. Dengan begitu, ada berbagai jenis nila yang beredar di kalangan pembudidaya, di antaranya adalah;
Ikan Nila Lokal
Ikan nila hitam didatangkan di Indonesia dari Taiwan. Awalnya, ikan spesies Oreochromis niloticusBleeker ini dikembangkan di Danau Tondano, Sulawesi Utara, kemudian menyebar ke seluruh Indonesia. Dengan banyak tersebar, banyak yang menganggap nila ini adalah jenis lokal.
Tubuh nila ini berwarna hitam keabu-abuan sedangkan di bagian perutnya berwarna terang.
Nila hitam memiliki beberapa keunggulan, seperti pertumbuhannya cepat dan mampu bertahan terhadap kondisi air dalam kisaran lebar sehingga mudah dibudidayakan.

Ikan Nila GIFT
Ikan nila GIFT adalah hasil persilangan dari 8 varietas ikan nila Kenya, Israel, Senegal, Ghana, Singapura, Thailand, Mesir, dan Taiwan. GIFT merupakan singkatan dari “genetic improvement of farmed tilapia”, sebuah upaya persilangan ini dilakukan oleh International Center for Living Aquatic Research Management (ICLARM) di Filipina. Nila GIFT generasi keempat kemudian dibawa ke Indonesia pada tahun 1994.
ikan gift - efishery
Pertumbuhan ikan nila abu-abu ini terkenal cepat, pada umur 5-6 bulan, nila GIFT mampu mencapai bobot 600 gram per ekor. Presentase kepala, tulang, dan rongga perut lebih kecil sehingga dagingnya lebih banyak. Interval pemijahan dapat dilakukan dalam waktu 3 – 6 minggu dengan produksi telur sebanyak 2000 – 3000 ribu butir sekali pijah.

Ikan Nila BEST
BEST diambil dari kalimat “Bogor Enhanced Strain Tilapia” dan merupakan nila persilangan dari 4 strain, termasuk nila GIFT. Oleh karenanya, nila BEST ini memiliki warna yang sama seperti nila GIFT.
ikan nila best - efishery
Nila yang dihasilkan tahun 2008 ini dinilai lebih unggul dari pendahulunya. Di antaranya adalah ukuran benih lebih besar dan secara umum lebih tahan lingkungan buruk sehingga tahan penyakit.


Ikan Nila GESIT
Nila jenis ini adalah hasil rekayasa genetik nila GIFT sehingga mampu menghasilkan larva jantan dengan persentasi hidup hingga 98%. GESIT, yang merupakan singkatan dari “genetically supermale Indonesian tilapia”, dihasilkan dari kerjasama peneliti di BPPT, BBPBAT, serta IPB.
ikan nila gesit - efishery
Nila GESIT dapat tumbuh sepanjang 8 cm pada umur 4 – 5 bulan dengan bobot 500 – 600 gram/ekor. Jantan GESIT banyak disukai pembudidaya karena memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan ikan nila betina.

Ikan Nila Nirwana
Nirwana yang merupakan akronim “nila ras Wanayasa” adalah nila hasil seleksi dari kelompok nila GIFT dan GESIT demi mendapatkan kualitas yang baik. Dikembangkan oleh Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa, Purwakarta, ikan ini diperkenalkan pada tahun 2006.
ikan nila nirwana - efishery
Kualitas yang diseleksi adalah bentuk tubuh dan pola pertumbuhannya sehingga nila nirwana memiliki keunggulan seperti bobot tubuhnya yang di atas 650 gram/ekor dalam 6 bulan. Nila nirwana ini pun memiliki bentuk tubuh yang lebar dengan kepala yang pendek sehingga dagingnya lebih tebal. Selain meguntungkan bagi pembudidaya, daging nila nirwana juga mudah diolah sebagai daging fillet.

Ikan Nila Larasati
Nila jenis ini juga dikenal dengan nama nila Janti karena dikembangkan oleh BBI Janti di Klaten. Selain pertumbuhannya yang cepat, nila merah ini juga tahan terhadap penyakit, khususnya yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan Algalectiae. Nila Larasati juga sangat adaptif sehingga bisa dibudidayakan di berbagai media budidaya, dari mulai kolam air deras, air tenang, KJA, maupun tambak air payau.
ikan nila larasati - efishery

Ikan Nila JICA
Ikan ini adalah hasil rekayasa genetis yang dilakukan oleh Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi dan JICA (Japan for International Cooperation Agency), sebuah lembaga donor dari Jepang. Dibandingkan GIFT, pertumbuhan JICA lebih cepat 20% dan lebih hemat pakan sampai 25%.

Ikan Nila Citralada
Salah satu strain ikan nila merah ini telah beredar di Indonesia sejak tahun 1989. Didatangkan dari Thailand, nila Citralada memiliki warna tubuh yang lebih terang dari ikan nila merah pada umumnya dan sirip yang lebih panjang. Selain Citralada, nila merah dari Thailand yang dikenalkan di Indonesia adalah ikan nila nifi. Perbedaannya, nila nifi dapat melahirkan lebih banyak keturunan jantan.
ikan nila citralada - efishery
Upaya pemuliaan genetis nila citralada dan nila nifi kemudian dilakukan oleh BBI Cangkringan menghasilkan nila Cangkringan. Sayangnya, nila Cangkringan belum secara resmi disebar ke pembudidaya. Walaupun pertumbuhannya cukup cepat juga, dalam 4 bulan bobotnya bisa mencapai 200 gram.
Selain 8 jenis nila di atas, masih banyak jenis nila yang dikenal oleh pembudidaya, di antaranya adalah strain putih, Jatimbulan, Srikandi, Sultan, Anjani, Nilasa, Pandu, dan Kunti. Seperti jenis-jenis di atas, ikan ini pun dihasilkan dari rekayasa genetik, pemulihan, dan seleksi yang dilakukan balai. Berikut adalah sekilas mengenai karakteristik dari strain tersebut;
Ikan nila
Keunggulan
Jatimbulan
  • Pertumbuhan cepat
  • Tahan penyakit
  • Mudah beradaptasi, termasuk di air payau
  • Struktur dagingnya kenyal
Srikandi
  • Pertumbuhan cepat
  • Pemeliharaan 3 – 4 bulan, bobot ikan 250 gram/ekor
  • Toleran terhadap perairan payau (salinitas < 30 ppt)
  • Tahan penyakit
  • Cocok diperairan pesisir
Nirwana II
Pertumbuhan cepat 15% lebih tinggi dari nirwana
Sultan
  • Pertumbuhan cepat
  • Daya tahan bagus
  • Produksi telur banyak
  • Cocok untuk pemeliharaan monoseks jantan
Anjani
  • Bobot matang gonad 275,8 gram/ekor umur 6 – 7 bulan
  • Pertumbuhan cepat, bobot ikan 284 gram/ekor
  • Tahan terhadap penyakit
Nilasa
  • Pertumbuhan cepat
  • Daya adaptasi luas terhadap lingkungan
  • Tahan penyakit
  • Daging tebal
  • Cocok di air payau (salinitas 18 per mil)
Pandu
  • Bobot matang gonad 310 gram/ekor umur 6 bulan
  • Pertumbuhan cepat, bobot ikan 855 gram/ekor
  • Daya adaptasi luas terhadap lingkungan
  • Tahan terhadap penyakit
Kunti
  • Bobot matang gonad 280 gram/ekor umur 6 bulan
  • Pertumbuhan cepat, bobot ikan 764 gram/ekor
  • Daya adaptasi luas terhadap lingkungan
  • Produksi benih 2000 – 3000 butir/ekor
  • Tahan terhadap penyakit


Sumber :
1.      efishery.com/direktori-perikanan/jenis-jenis-nila-primadona/
2.      http://www.umpanikan.xyz/2017/02/jenis-ikan-nila.html