Jumat, 24 Agustus 2018

PERAWATAN KEPITING BAKAU SISTEM INDOOR




                                     Hasil gambar untuk budidaya kepiting indoor 
Pemeliharaan atau pembesaran kepiting bakau yang kita kenal pada umumnya dilaksanakan dalam tambak. Pada arus pasang surut dengan menggunakan kotak kepiting (crab box) untuk kepiting lunak atau sistem penebaran di dasar tambak untuk metode yang lebih sederhana. Tapi bagaimana jadinya dengan pemeliharaan sementara kepiting hidup untuk pengiriman keluar negeri? Merawat kepiting dalam kotak fiber, aerasi khusus, kolam perendaman, dan metode packingnya yang dilaksanakan dalam gudang di pinggir-pinggir kota besar seperti Jakarta ini.?

Itu bisa dilakukan dengan mengetahui perinsip-perinsip dasar budidaya, karakteristik hewan budidaya, beserta ekologinya. Dimana pun tempatnya, jika kita dapat menyesuaikan dengan kondisi di habitat aslinya, sehingga kepiting merasa betah dan rajin makan dan mengikuti alur waktu, kita pun bisa mengirimnya kapan saja kita mau. Tentu dengan pertimbangan kuat terhadap harga pasar di luar negeri, atau dengan pertimbangan peningkatan bobot tubuh kepiting yang tadinya daging kurang menjadi daging penuh.

Prinsip dasar itu seperti kualitas air, tercakup di dalamnya suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, dan amoniak. Prinsip dasar yang berikutnya adalah pola hidup kepiting, seperti kebiasaannya dalam air, metode adaptasi terhadap udara dan air yang baru, sensitifitasnya pada warna dan cahaya, kebiasaannya menyembunyikan diri dan hidup soliter, yang berkaitan dengan kepadatan pada tiap keranjang, box dan fiber, metode ikat yang tepat, pembuatan kotak khusus yang gelap, atau pemberian tirai hitam pada kamar-kamar fiber tersebut. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tingkat stress kepiting. Jika hal ini sudah terpenuhi, masuk ke tahap berikutnya, yaitu adaptasi terhadap pakan. Sehingga ia dapat bertahan hidup lebih dari seminggu.

Jadi yang pertama harus dipahami adalah bagaimana tingkat stress kepiting dapat berkurang setelah berada di dalam lokasi perawatan. Kepiting datang dari beragam daerah di Indonesia, dari Tarakan, Pontianak, Batu Licin Banjarmasin, Palangkaraya, Medan, Palembang, hingga Surabaya. Datangnya pun silih berganti, sangat tergantung dengan kondisi musim di lokasi setempat. Kadang melimpah dan kadang kurang stok. Para pengirim senang melakukan kegiatan pengiriman, karena harga kepiting di lingkar Jakarta untuk kepiting eksport cukup tinggi.

Kepiting-kepiting ini memiliki karakteristik, jenis, dan kebiasaan hidup yang berbeda. Begitu pula pola penanganan yang dilakukan oleh para pengumpul di sana, yang belum diketahui seluk beluk kepitingnya, seperti sudah berapa lama ditampung, bagaimana perawatan sementaranya di sana? Kepiting-kepiting ini pun datang ke gudang pusat di Jakarta dengan model packing dan ikatan yang berbeda-beda. Ada yang ikatannya rapi dan hanya mengikat capitnya saja, dan ada yang mengikat kaki-kaki jalannya juga dengan bahan tali rapiah, tali keras, dan ada serbuk pelepah pisang. kepiting yang juga diikat kaki-kaki jalannya ini yang merepotkan, karena harus dibuka lagi dan diikat ulang. Sehingga menambah beban kerja para pekerja dalam gudang. Kalau sudah seperti ini, kepiting diinjak-injak lagi, capitnya pun dapat terluka pada saat pengikatan ulang, sehingga menambah tingkat stress kepiting. Selain itu, jika kepiting terluka, maka dengan cepat keluar cairan pada lukanya itu, sehingga terjadi penurunan bobot tubuh. Jika bobot tubuh (cairan) berkurang 3-4 persen, dapat terjadi kematian.

Sortir
Boks kepiting dari daerah masuk ke dalam gudang, ada yang diikat ulang seperti yang di atas dan ada yang langsung disortir untuk menentukan klasifikasi berdasarkan berat, standar kualitas, seperti daging penuh, capit lengkap, dan segar. Kepiting yang daging kurang atau kosong dipisahkan tersendiri. Sementara kepiting mati tidak masuk hitungan atau menjadi beban pengirim. Berat kepiting dibagi dua, ada yang masuk kategori 20 atau 200 gram ke atas dan ada yang rata-rata 170 gram, dibawah 170 g tidak masuk kategori. Kepiting penuh diseleksi dengan memencet abdomennya menggunakan jempol jari, kalau lembek berarti dagingnya kurang. Saat memencet dilakukan tidak boleh terlalu keras, karena dapat membuat kepiting kesakitan. Sebaiknya memencet pada ujung bawah, bukan tepat ditengah abdomen (perut kepiting).

Pada gudang ini tidak memperhatikan warna abdomen yang kadang diselimuti warna kemerahan. Standarnya hanya berisi penuh, capit lengkap atau hampir lengkap, dan lincah. Mestinya, kepiting pada saat datang, didiamkan dulu dengan boks terbuka. Agar kepitingnya tenang sebelum pelaksanaan proses sortir.

Kepiting yang sudah dipisahkan ditimbang ulang dalam keranjang, berat optimalnya adalah 5 kg per keranjang. Ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan tinggi yang menyebabkan kepiting yang letaknya di tengah kesulitan bernafas. Selain itu, jika kepiting padat, kaki jalan kepiting bisa terjepit-jepit dan pada akhirnya luka. Saya sudah mencobanya sendiri sebanyak tiga kali, dengan perbandingan masing-masing antara 5 kg dua keranjang dan 8 kg satu keranjang. Persentase kematian tertinggi ada pada 8 kg, yakni 20% dalam dua hari penyimpanan dengan pemandian satu kali sehari. Sementara keranjang yang beratnya 4 kg, hanya 5 persen.

Kolam Aklimatisasi
Setelah itu, kepiting dalam keranjang didiamkan sejenak, barang 30 menit sembari menunggu air dalam kolam perendaman penuh dan kandungan oksigen cukup untuk diaerasi dengan air cipratan-cipratan air dari sumbu-sumbu pipa. Air pun tampak segar sesegar air terjun. Kandungan oksigen melimpah, sekitar 7-8 mg/liter. Kandungan DO sebelumnya hanya 4-5 mg/liter. Parameter yang lainnya diusahakan stabil, untuk salinitas sekitar 17-22 ppt, Jika salinitas dibawah 15 ppt akan menyebabkan kepiting kaget dan mengalami gangguan osmoregulasi. Jika kadar garamnya terlalu rendah dapat membuat kondisi kepiting melemah, warna tubuh pucat dan mudah terserang penyakit. Sementara jika terlalu tinggi, pertumbuhannya akan terhambat, karena kepiting harus berupaya menyeimbangkan antara cairan dalam tubuh dengan cairan di luar tubuhnya, (Amri, 2008).

Suhu kamar dalam air bak perendaman itu sekitar 28-29oC. Ini terbilang normal, karena tidak tinggi dan tidak juga rendah. Jika suhu di bawah 25 0C, daya cerna kepiting terganggu atau menurun intensitasnya. Sebagian energi dalam tubuh digunakan untuk adaptasi perubahan suhu atau untuk memanaskan tubuh. Sementara jika terlalu tinggi, yaitu di atas 30 0C, kepiting akan mengalami stress karena kemampuan untuk menghirup oksigen mengeluarkan energi tinggi. pH pada kolam ini rata-ratanya berkisar pada 8-8,2, cukup basah. Kondisi pH ini masih terbilang normal, karena tidak dibarengi peningkatan suhu di atas 30 0C, jika pH basah dan suhu tinggi, dapat menyegerakan terbentuknya amoniak dalam kolam perendaman, yang walau cukup singkat direndam dapat sebagai sebab awal keracunan kepiting.
Perendaman ini dilakukan paling lambat 30 menit, hingga kepiting-kepiting malang itu puas minum. Setelah itu, ditiriskan sebentar barang 30 menit lalu dimasukkan ke dalam fiber perawatan. Jika terlalu lama dibiarkan diterlantar tanpa ada perawatan khusus, dapat menyebabkan kepiting kembali stress, daya tahan tubuh melemah dan mati lemas. Tapi jika kepiting sangat banyak dan media perawatan sudah penuh terisi, kita bisa meniriskannya saja dalam kondisi gelap dengan kepadatan 4-5 kg/keranjang sebelum dipecking esok harinya..

Bak Fiber
Bak fiber ini berfungsi sebagai media hidup kepiting dari daerah untuk sementara, atau boleh dikata masuk dalam penampungan. Kepiting ditampung, dimasukkan dalam media fiber. Ketinggian air diatur pada penutup pipa yang terletak di pangkal fiber. Sebaiknya air agak tinggi. Jumlah kepiting rata-rata perfiber sekitar 100 ekor. Sementara untuk mengurangi stress, pada sisi-sisi fiber dilapisi kain hitam agar kepiting dapat puas beristirahat.

Yang menjadi perhatian penuh pada media penampungan ini adalah kualitas airnya. Air ini pun diputar dengan sistem tertutup melalui bak tandon (penampungan air), masuk ke pipa fiber, dari fiber-fiber ini air di saring ke bak filter yang berlapis-lapis. Mulai dari lapisan pertama berupa kain kain keset berlapis-lapis, lapisan kedua terdapat karang dan bola penangkap bakteri, lalu dikirim lagi ke kolam untuk mengeluarkan amoniak menggunakan scimmer. Semakin banyak batu karang di tandon akan semakin bagus, karena karang akan menetralisir kandungan-kandungan beracun pada air.


Hal penting lain yang harus diperhatikan dalam perawatan kepiting adalah pakannya. Untuk sementara pakan yang digunakan adalah ikan rucah segar yang harga pasarnya terjangkau. Kepiting dapat hidup tanpa pemberian pakan berkisar 6-7 hari saja, setelah itu kepiting akan mati lemas. Dengan begitu, setelah sehari pemeliharaan, kepiting mesti mendapat asupan pakan agar kondisi tubuhnya kembali stabil. Ikatan kepiting pun tidak perlu dilepas, karena kepiting mampu memasukkan pakan ke dalam mulut menggunakan kaki-kaki jalannya. Untuk menghemat pakan, pemberian pakan dapat dilakukan sebanyak satu kali dalam dua hari.. pakan pagi hari yang tidak termakan hingga sore hari, dibiarkan saja hingga pagi hari berikutnya, karena biasanya kepiting yang tidak mau makan pada siang harinya akan makan walau sedikit pada malam harinya. Sisa pakan pada pagi hari harus dibuang..

Untuk memperbaiki suhu kepiting dalam fiber, dapat dilakukan dengan menutup akrilik dengan karung goni agar suhu air tidak terlalu panas..

Packing
Kepiting dari bak pentirisan di rendam kembali barang 30 menit lalu ditiriskan di ruang tempat packing. Sementara kepiting dalam fiber dikeluarkan ke ruang itu juga. Kepiting ditiriskan hingga sudah tak terlihat basah lagi, biasanya sekitar 1.5 jam. Pada saat menunggu itu telah dipersiapkan boks stryofoamnya, yang telah dilubang-lubangi sisi-sisinya dengan besi panas. Lalu ditaburi kopi dan pemberian alas berupa koran.

Kepiting dimasukkan satu persatu dalam styrofoam dengan posisi kepala menghadap ke atas, disusun berderet tanpa menyisakan ruang kosong hingga ke penuh. Tapi tetap terdapat aliran udara pada pertemuan antar kepiting pada bagian samping. Kepiting pun dirapatkan dengan penutup lalu dilapbam hingga erat. Setelah itu, kepiting siap diantar ke bandara.

Sumber :
2.    http://banigemma.blogspot.com

MENGENAL IKAN SAPU SAPU



                            
Ikan sapu-sapu atau ikan bandaraya adalah sekelompok ikan air tawar yang berasal dari Amerika tropis yang termasuk dalam famili Loricariidae, namun tidak semua anggota Loricariidae adalah sapu-sapu. Ikan ini dikenal sebagai pemakan alga (lumut) dan sangat populer sebagai ikan pembersih. Perdagangan ikan internasional ia dikenal sebagai plecostomus atau singkatannya, plecos dan plecs. Di Malaysia orang menyebutnya “ikan bandaraya” karena fungsinya seperti petugas pembersih kota (“bandar”). Di Indonesia, analogi yang sama juga dipakai tetapi alatnya yang dipakai sebagai nama (sapu). Ikan ini nyaris dapat hidup bersama dengan ikan akuarium apa saja dan diperdagangkan dalam ukuran kecil atau sedang. Meskipun demikian, ia bisa tumbuh sepanjang 60 cm dan menjadi kurang aktif dan kurang bersahabat.
Ikan sapu-sapu ini nyaris dapat hidup bersama dengan ikan akuarium apasaja. Meskipun demikian, ia bisa tumbuh sepanjang 60 cm dan menjadi kurangaktif dan kurang bersahabat. Makanan ikan sapu-sapu adalah mentimun. Selainmentimun, ikan sapu-sapu juga memakan lendir-lendir hewan dan lumut. Ikan iniomnivora (pemakan segala) tapi biasanya mencari sisa-sisa tumbuhan air dimalam hari.
Ikan sapu sapu merupakan salah satu ikan yang bisa dijadikan ikan hias dan menjadi prospek yang ekonomis. ikan sapu – sapu selain bisa dijadikan ikan hias, ada juga yang memakannya dibeberapa daerah. oleh sebab itu pentingnya budidaya ikan sapu sapu akan menjadi sektor ekonomis yang dapa menghasilkan pospek ekonomi.
Klasifikasi dan Deskripsi Ikan Sapu-sapu
Menurut Kotellat et al (1993), klasifikasi ikan sapu-sapu adalah sebagai berikut:
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : PiscesOrdo : Siluridea
Famili : Loricarinae
Genus : Hypostosmus Hyposarcus
Spesies : Hypostosmus sp

Ikan Sapu-sapu dapat hidup secara optimal di perairan tropis dengankisaran pH 7-7,5 dan suhu antara 23-28 0C. Walaupun demikian, ikan ini masihdapat hidup dengan baik pada kondisi fisika kimia perairan yang kurang baiksehingga dapat berperan sebagai indikator lingkungan. Ikan Sapu-sapu biasa mengkonsumsi alga yangmelekat pada bebatuan, tumbuhan air, dan detritus. Sapu-sapu jugamengkonsumsi bangkai ikan dan hewan-hewan lain yang tenggelam di dasar perairan, sehingga Ikan Sapu-sapu digolongkan ke dalam kelompok omnivora.
Jika diamati cara makan ikan sapu-sapu, gerakannya yanglambat dan cenderung menetap di dasar perairan, dengan kemampuan hidup yangkuat, ikan ini cenderung memiliki kandungan logam berat yang hampir samadengan lingkungan tempat hidupnya. Bila perairannya bersih, maka ikan ini amanuntuk dikonsumsi demikian juga sebaliknya. Berdasarkan ususnya yang panjangdan tersusun melingkar seperti spiral, ikan sapu-sapu dapat dikelompokkan kedalam jenis ikan herbivora. Sedangkan berdasarkan relung makannya yang luasmaka ikan sapu-sapu dikelompokkan ke dalam jenis eurifagik.
(ikan pemakan bermacam-macam makanan ) . Ikan ini bersifat omnivora (pemakan segala) tapi biasanya mencari sisa-sisa tumbuhan air di malam hari. Ikan yang hidup di dasar permukaan ini adalahikan yang tidak agresif terhadap ikan lain, namun hanya sedikit memperebutkandaerah kekuasaan dengan sesama jenisnya. Lebih dari satu jenis pleco yangseukuran dapat disatukan bersamaan asalkan adanya penambahan tempat persembunyian bagi pleco-pleco tersebut. Leopard frog pleco dapat dipelihara bersama dengan ikan barb berukuran medium, ikan rainbow , dan hampir semua jenis dari ikan tetra , danr asboras

PERSYARATAN LINGKUNGAN BUDIDAYA
Beberapa pleco tidak terlalu membutuhkan aquarium yang luas, karena badan mereka yang agak kecil, namun aquarium kecil tidak cocok untuk common pleco yang dapat tumbuh besar. Pleco hias cocok untuk berada di aquarium.
aquascape dengan tempat persembunyian yang cukup, seperti kayu, pipa, dan berbagai hiding place yang lain. Memelihara pleco-pleco ini tidak semudahmemelihara common pleco, pleco-pleco ini tetap membutuhkan filterasi danaerasi yang baik agar terus bertahan hidup.Pada ikan sapu sapu jenis zebra pleco, ikan ini bisa dipelihara dalamakuarium secara berkoloni alias bersama-sama. Asal tahu saja, ia termasuk pleco pecinta damai. Akuarium ukuran 100 cm x 50 cm x 50 cm dapat digunakan untukmemelihara sampai 12 ekor
 zebra pleco Sistem filtrasi pun harus diperhatikan.Sehingga kualitas air bisa terjaga dengan baik. Pasalnya zebra pleco menghasilkan kotoran yang lumayan banyak.Walau tak mutlak diperlukan. sebagai penghias, Anda bisa menambahkangravel. Gunakanlah pasir halus dengan testur halus (tak tajam). Bisa berupa batu bulat yang licin. Bisa ditambahkan pula batu besar, batang kayu, tanaman, atau bata ventilasi (rooster ).

PAKAN
Ikan ini termasuk ikan Omnivora dan termasuk ikan yang pendamaidengan ikan lain, kecuali common pleco yang dapat melukai ikan pendamai yanglainnya. Non hidup : Algae wafer, sisa pakan ikan, ikan mati, mentimun yangditenggelamkan, pellet berkualitas baik seperti tetra bits dan alga wafer. Hidup : Algae, kutu air, infusoria bisa memberinya beberapa pakan “berdaging”, seperti cacing es, sinking  pellet khusus pleco (ikan karnivora), daging udang yang telah dicacah,dan beberapa jenis keong hidup. Ingat, jangan pernah memberikan cacing sutrahidup kepada jenis ikan sapu sapu zebra pleco. Karena walaupun kita sudah membersihkannya, menu pakan bisa menyebabkan bloating  (kembung).

Sistem Reproduksi 
reproduksinya, ikan sapu sapu mencapai usia matang kelamin minimal 3 tahun dengan ukuran minimal 8 cm. Mereka berkembangbiak dengansistem koloni. Biasanya satu koloni dihuni oleh beberapa jantan dominan dengan jumlah betina 2 -4 kali lipat jumlah jantan. Koloni paling kecil berjumlah 3 ekor dengan jantan 1 ekor dan betina 2 ekor.Sekali bertelur, betina dapat mengeluarkan 7 sampai 15 butir telur saja.Jantan akan mengerami telurnya sampai menetas dan terus menjaga anak-anaknya sampai mereka dapat berenang dan mencari makan sendiri. Sedangkan dari telur sampai mencapai ukuran 5 cm diperlukan waktu minimal 6 bulan.Laju reproduksi ikan sapu sapu relatif lambat, karena memang jenis ikanini sangat lambat dalam mencapai kondisi matang kelamin. Selain itu, pertumbuhannya pun terbilang lama. Terutama untuk mencapai postur yang layak jual. Belum lagi bila berbicara tentang masa reproduksinya yang tergantung musim dan masih berlangsung secara alami. Dengan kondisi seperti ini, wajar jika kebutuhan akan ikan ini yang masih tinggi (terutama pangsa pasar ekspor), belumdapat diimbangi oleh pasokan para peternak
SISTEM PEMIJAHAN/PEMBENIHAN
Memijahkan pleco (ikan sapu sapu) dapat dikatakan gampang-gampang susah. Pleco biasa dipelihara dalam akuarium, demikian pula pemijahannya jugadilakukan dalam akuarium. Ketika memijahkan pleco, perlu dilakukan beberapahal, yaitu :
Berpuasa mencegah lemak berlebih agar pemijahan pleco berhasil, induk pleco yang akan dipijahkan sebaiknya menjalani pola makan atau diet yang teratur . Diet ini bertujuan agar kebutuhan gizi dan vitamin tercukupi. Diet pleco dapat dilakukan dengan cara mengombinasikan pakan dasar pleco dengan berbagai jenis sayuran. Untuk plecohebivora dan limnivora, diet ini tidak akan mempengaruhi pola makan mereka, jenis diet yang diterapkan untuk masing-masing jenis pleco sangat bervariasi,tergantung pada jenisnya.Pleco omnivore tidak membutuhkan terlalu banyak protein dalam dietmereka. Oleh karena itu, 22% diet protein sangat cocok untuk pleco omnivore.Untuk pleco karnivora, diet makanan dapat berupa pakan beku dan pakan hidupyang diberikan bersama pelet atau biasa yang mengandung spirulina.

Penentuan Substrat
 Pemilihan substrat pleco tergantung pada jenis pleco yang akan dipijahkan, tetapi secara umum ada tiga jenis substrat dan tempat pemijahan.persamaan dari ketiga jenis tersebut adalah pintu masuk. Pinstu masuk substrat pleco sebaiknya berbentuk segi empat atau persegi panjang yang ukurannya sesuai dengan ukuran sirip dada pleco jantan. Berikut jenis substrat untuk pemijahan.

1. Substrat jenis pertama adalah sebuah gua yang tingginya sama dengan tinggi pleco jantan, panjang 1,5 kali pleco jantan, dan lebar 0,5-1 kali lebar sirip dada. Jenis ini sangat cocok untuk pleco yang tidak menyukai cahaya yang berlebihan.
2. Substrat jenis kedua hamper sama dengan jenis pertama, tetapi lebih luas
3. Substrat jenis ketiga adalah substrat yang dibuat oleh pleco itu sendiri.Substrat jenis ini desainnya sangat sederhana. Sebuah gallon susu yang dipotong dengan kedalaman 4 inci, bagian atasnya dibuang, dan bagian bawahnya diisi kerikil akuarium yang kemudian setengah permukannya ditutup dengan batu tulis. Pleco betina yang akan berpijah akan membuat sebuah liang besar pada gallon. Kelemahan teknik ini adalah lamanya waktu yang diperlukan oleh pleco jantan untuk menyadari tempat tersebut. Oleh karena itu ditambahkan sebuah pipa PVC sebagai alternative substrat.


Seleksi Induk
Pemilihan Induk 
 : Pemilihan induk sangat menentukan keberhasilan suatu pemijahan induk yang akan dipijah sebaiknya dipilih induk yang telah dewasa. Membedakan pleco jantan dan betina tidaklah sulit. Pleco jantan dewasa memiliki banyak detail pada bagian kepalanya bila dibandingkan dengan pleco betina. Kepala pleco betina berbentuk bulat dan tidak banyak detailnya.

Pengolonian
Satu koloni pleco terdiri atas 1 jantan 2-5 betina. Dari pengolonian tersebut akan diperoleh pasangan induk jantan dan betina. Setelah diperoleh pasangan induk pleco maka diproses pemijahan dapat dilakukan.

Pemijahan
 Pemijahan pleco dilakukan dalam akuarium tersendiri. Di dalam akuarium tersebut harus disediakan substrat yang sesuai dengan jenis pleco.Kondisi air akuarium harus selalu jernih dan bersih. Air akuarium sebaiknya diganti setiap satu minggu sekali. Biasanya pleco akan berpijah pada minggu pertema mereka dimasukkan ke akuarium pemijahan. Jika hal ini tidak terjadi, proses pemilihan induk dan pemijahan dapat dilakukan lagi setelah 1 bulan.

SISTEM PEMBESARAN
Ikan Sapu – sapu yang dibesarkan di kolam tanah, biasanya petani hanyamengandalkan pakan alami berupa pemberian pupuk pada kolam sehingga benih akan memakan beragam plankton yang tersedia di kolam tanah tersebut.di aquarium, benih dapat diberi pakan cacing sutera blender. setelah 2 minggu,ikan dapat diberi pakan cacing sutera utuh.
Fasekritis. di habitat aslinya, ikan ini sangat mudah berkembang biak.faktanya, pembudidayaan relatif sulit karena pada fase ikan berumur 0 hari sampai 3 minggu masih perlu perhatian khusus

SISTEM PANEN
Pasca panen yaitu setelah ikan sapu sapu hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan kedalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik . Setelah usia1,5 sampai 2 bulan ikan sapu sapu hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

Sumber :
https://elfianpermana010.wordpress.com
 https://arenahewan.com/cara-budidaya-ikan-sapu-sapu-hias