Rabu, 17 Oktober 2018

IKAN SEHAT BERKAT TANAMAN HERBAL DISEKITAR KITA




Ikan yang kebal terhadap serangan penyakit memiliki sistem pertahanan tubuh yang kuat yang berkaitan dengan sistem imun yang berasal dari tubuh ikan. Sistem imun itu tergantung dari efektifitas sel darah putih yang dapat melindungi tubuh ikan dari infeksi sekunder yang disebabkan oleh serangan penyakit.
Saat ini pencengahan dan pengobatan terhadap ikan yang sakit sangat di anjurkan untuk memakai bahan herbal atau alami karena dengan memanfaatkan bahan herbal untuk pencengahan dan pengobatan terhadap ikan yang sakit dapat memperkecil biaya yang dikeluarkan bahkan kita dapat melakukan budidaya ikan yang ramah lingkungan.
Penggunaan bahan herbal dikatakan ramah lingkungan dikarenakan bahan herbal yang dipakai akan mudah terurai dialam dibandingkan bahan kimia buatan sehingga dengan pemakaian bahan herbal atau alami tidak mencemari lingkungan serta ikan yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.
Fitofarmaka atau obat herbal adalah obat alamiah yang bahan bakunya disarikan dari tanaman untuk digunakan dalam pengobatan (Anonimous, 2004). Terdapat lebih kurang 250.000 jenis tumbuhan tingkat tinggi dan sekitar 54% diantaranya terdapat di hutan-hutan tropika. Namun hanya sekitar 0,3% dari jumlah tumbuhan tersebut yang telah diselidiki manfaatnya oleh peneliti. Sebagai negara yang beriklim tropis, hutan tropika Indonesia sangat potensial dikembangkan sebagai sumber obat herbal (Inayah dan Ernayenti, 2007).
Fitofarmaka memiliki kelebihan karena murah, mudah didapat, aman dan efektif sehingga telah lama dimanfaatkan sebagai obat manusia, tetapi belum banyak digunakan dalam pengelolaan kesehatan ikan.
Beberapa jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh pembudidaya ikan dalam menjaga kesehatan ikan yang dipelihara antara lain :
1. Bawang Putih (Allium sativum)
Aplikasi
:
Melalui perendaman untuk penyakit Koi Herpes Virus (KHV), bakteri dan parasit
Target patogen
:
Bakteri : penyakit bercak merah Aeromonas hydrophila pada ikan patin.
Virus : penyakit KHV pada ikan mas
Parasit : penyakit gatal, bintik putih pada benih ikan air tawar akibat infeksi parasit Ich dan cacing Trichodina sp.
Kandungan aktif
:
Minyak atsiri, allicin 50g/100 ml melalui pakan untuk Aeromonas hydrophila
Dosis Efektif

:
25 mg bawang butih dihaluskan dan dicampur air 1 liter untuk perendaman ikan sakit.
Untuk penyakit KHV, sebanyak 30 g dalam 100 ml air untuk perendaman ikan sakit 

2. Ciplukan (Physalis angulata L)

Aplikasi
:
Melalui perendaman
Target patogen
:
Bakteri penyebab radang, bengkak dan kemerahan atau borok
Kandungan aktif
:
Asam klorogenat, elaidic acid, physalin
Dosis Efektif  
:
Daun dan buahnya direbus (15-30 g) dalam 100 ml air atau kering (5-10 g) dalam 100 ml air, lalu digunakan untuk perendaman

3. Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

Aplikasi
:
Untuk menjaga kualitas air karena dapat menyerap polutan, jika populasi tanaman sudah padat, segera dikurangi
Untuk tempat menempel telur ikan, setelah menetas larva ikan berlindung di akar-akar eceng gondok
Target patogen
:
Berfungsi untuk memperbaiki kualitas air.
Kandungan aktif
:
Si02, kalsium, magnesium, kalium, natrium, klorida, copper, mangan, zat  besi, saponin, carotene, polifenol,delphinidin 3-diglucoside
Dosis efektif
:
Masukkan tanaman ini pada 20 sampai 25%  bagian dari kolam

4. Gamal, Liridiyah (Glyriceridia sephium)

Aplikasi
:
Daun segar yang digunakan diremas dicampur air, disaring dan hasil saringannya yang dimasukkan ke kolam
Target patogen
:
Hama dan predator : ikan liar, ular, burung, kepiting, katak
Kandungan aktif
:
Saponin, flavonid, polifenol
Dosis efektif
:
6 kg daun dicacah, dicampur dengan air, hasil saringannya dimasukkan ke kolam dengan luas 100m2, 2 hari kemudian bangkai predator mengapung, air dibuang dan air diganti 2-3 kali hingga air tidak berasa pahit lagi

5. Jambu Biji (Psidium guajava)

Aplikasi
:
Melalui pakan dan perendaman
Target patogen
:
Bakteri : Aeromonas hydrophilapenyebab penyakit bercak merah
Kandungan aktif
:
Daun jambu biji kaya akan tanin, tripenoid, guaijavolic, oleanolic, asam ursolic, asam psidiolic dan flavonoid. Selain itu juga mengandung polifenol yang bersifat minyak esensial yang bekerja dengan menghambat kerja enzim tertentu dan aktivitas antioksidan.
Dosis Efektif
:
4-5 g daun dicacah halus dicampur air 1 liter, dan selanjutnya dicampur dengan pakan
1-2 g daun dicacah halus dicampur air sebanyak 5 liter, digunakan untuk perendaman ikan yang sakit selama 48 jam

6. Kelor (Moringa oleifera Lamk.)

Aplikasi
:
Melalui perendaman
Target patogen
:
Bakteri : Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan  Streptococcus agalactiae penyakit dengan gejala berenang tak beraturan, mata menonjol, badan kehitaman
Kandungan aktif
:
minyak behen, minyak terbang, myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, vitamin A, B1,
Dosis Efektif  
:
5 g daun dicacah halus dicampur air 100 ml, hasil saringannya dicampur air  digunakan untuk perendaman

7. Ketapang (Temmalia cattapa)

Aplikasi
:
Melalui perendaman
Daun ketapang dijemur selama 6 jam lalu masukkan ke kolam selama 2-3 hari untuk menurunkan pH air sebelum ikan dimasukkan ke kolam. PH air yang terlalu tinggi (8-9) akibat penumpukan bahan organik.

Target patogen


:
Bakteri :Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan untukmenurunkan PH.

Kandungan aktif

:
Tanin bersifat astringen
Dosis Efektif
:
Sebanyak 60 g daun dicacah halus dicampur dalam 1 liter air digunakan untuk perendaman

8. Kunyit, Kunir Turmeric  (Curcuma longa

Aplikasi
:
Melalui pakan yang diberikan selama beberapa hari pada ikan yang sakit
Target patogen
:
Bakteri : Aeromonas hydrophilapenyebab penyakit bercak merah (borok)
Kandungan aktif
:
Curcomin,curcuminoid, desmethoxycurcumin, bidesmethoxycurcumin,pati, tanin, damar, sesgnitepen alkohol, borneol, phellandrene, turmerone, zingiberene, artormeroner
Dosis Efektif  
:
1.0  g kunyit dihaluskan atau dibuat bubuk dan dicampurkan dalam 1 kg pakan

9. Lidah Buaya (Aloe vera)

Aplikasi
:
Perendaman menggunakan daun yang telah diambil daging daunnya yang berwana putih
Target patogen
:
Bakteri penyebab borok/luka, keradangan, bengkak dan kemerahan
Kandungan aktif
:
Alkaloid
Dosis Efektif

:
Daging daun yang berwarna putih  dicacah halus dicampur air, airnya digunakan untuk perendaman. Dosis belum diketahui

10. Mengkudu (Orinda citrifolia L.)

Aplikasi
:
Daun dan buah sangat baik untuk pakan harian ikan nila dan tawes
Target patogen
:
Imunostimulan (meningkatkan kekebalan tubuh ikan), pengobatan penyakit cacing
Kandungan aktif
:
Alkaloid, saponin, flavonoid, antrakinon, polifenol, morindin, morindon, aligarin –d-metiltet, sorandijiol, alkaloid  (triterpenoid, proxeronin),  polisakarida (damnacanthal), sterol, coumarine, scopeletin, ursolicacid, linoleic acid, caproic acid, caprilic acid,  alizarin, acubin, iridoid glikoside, Lasperuloside, vit C,A dan karoten
Dosis efektif
:
10 lembar daun dicacah atau diremas-remas dalam 5 liter air dan airnya digunakan untuk perendaman
3 mg ekstrak daun dilarutkan dalam 1 liter air digunakan untuk perendaman ikan yang terkena penyakit cacingan

11. Meniran (Phyllanthus niruri L., Phyllanthus urinaria Linn.)

Aplikasi
:
Melalui perendaman selama 5 jam
Target patogen
:
Bakteri :Aeromonas hydrophila penyakit bercak merah dan borok, Edwarsiella tarda penyakit bisul dan luka pada kulit
Kandungan aktif
:
filantin, hipofilantin, hipotetralin, nirantin, nir tetrakin
Dosis Efektif
:
5 g daun yang sudah dibuat bubuk dicampur air 1 liter untuk perendaman selama 5 jam
Jika dicampur pakan dibutuhkan 20 g daun dicacah halus dan dicampur dalam 1 kg pakan

12. Nanas (Ananas comusus Merr)

Aplikasi
:
Tanam nanas di tanggul kolam
Target patogen
:
Hama dan predator kepiting yang sering merusak tanggul kolam
Kandungan aktif
:
Saponin, flavonoid, polifenol, vitA, vitC, kalsium, fosfor, sukrosa, enzim bromelin, kalsium, natrium, delestrosa, magnesiumbesi.
Dosis efektif
:
Nanas dicacah lembut dan di campur tanah kolam dan diletakkan pada radius 0,5 m di sekitar lubang kepiting

13. Orang-aring (Eclipta alba)

Aplikasi
:
Perendaman
Target patogen
:
Parasit Helminthosis (cacingan, Dactyrogiriasis, Gyrodactyliasis), bakteri : Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah, Edwardsiella tarda penyebab bisul dan luka-luka pada kulit.

Kandungan aktif
:
Isoflavonoid, phytosterol, briterpenoid saponins (nicoline, ecliptine, α-terthienyl, α-terthienyl methanol, α-formyl, α-therthienyl thiophene, wedeloluctone, tanin

Dosis Efektif  
:
Daun dan batang dicacah dan dicampur air, airnya untuk perendaman ikan yang sakit. Dosis belum diketahui.

14. Pegagan (Centela asiatica)

Aplikasi
:
Melalui perendaman
Target patogen
:
Bakteri : Aeromonas hydrophilapenyebab penyakit bercak merah dan borok

Kandungan aktif
:
asiaticoside, thankunside, madecassoside, brqahmocide, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inosetol, centellose, carotenoids,garam K, Na, Ca, Fe, vellarine, tanin, mucilago, resin, pektin, gula, vitamin B.

Dosis Efektif
:
Konsentrasi larutan pegagan dengan dosis sampai 10 mg dalam 10 ml air dengan cara perendaman dapat meningkatkan respon ketahanan tubuh ikan terutama sel darah putih
Dosis untuk penyakit bercak merah adalah 250 mg dari ekstrak daun pegagan dalam 1 liter

15. Pepaya (Carica papaya L.) fam. Caricaceae

Aplikasi
:
Melalui pakan dan dapat disebarkan ke kolam
Target patogen
:
Bakteri : Aeromonas hydrophila,penyebab bercak merah danparasit Ichtyopthirius multifilis penyebab penyakit bintik putih atau white spot.
Kandungan aktif
:
Biji (glucoside cacirin, carpaine). Getah (papain chymopapain, lisosim, lipase, glutamin dan siklotransferase). Daun (enzim papain,alkaloid carpaine, pseudokarpaina, glikosid, karposid, saponin, sakarosa, dekstrosa dan levulosa). Buah (papain, chymopapain menyerupai enzim pepsin, knyptoxanthine, betakarotene, pectin, d-galaktosa, L-arabinosa, papayotimin papain, tikokinase, vit A dan C)

Dosis Efektif  
:
Batang dan daun pepaya dapat dimanfaatkan sebagai pakan dengan dosis 15 kg untuk 100 kg bobot ikan. Daun segar disebar merata di kolam.
Untuk mencegah stres selama transportasi dengan cara dimasukkan dua lembar daun pepaya diameter 30 cm, diremas-remas masukkan ke tong/jerigen. Jika menggunakan kantong plastik diambil air daun perasan saja tanpa ampas daunnya
2 g daun pepaya yang dicacah halus dalam 100 ml air digunakan untuk perendaman ikan yang sakit selama 1 jam


16. Petai cina, Kemlandingan, Lamtoro (Fam. mimesacea)

Aplikasi
:
Melalui pakan
Target patogen
:
Parasit Helminthosis(cacingan: Dactyrogiriasis, Gyrodactyliasis)) pada catfish (lele dan patin)
Dosis Efektif  
:
2 g daun dicacah untuk diberikan per 1 kg ikan

17. Pisang (Musa paradisiaca)

Aplikasi
:
Ditebarkan ke dalam kolam
Target patogen
:
Menurunkan pH kolam
Kandungan aktif
:
Saponan, alkaloid, tanin, polifenol
Dosis efektif
:
30 kg batang pisang dicacah dan ditebarkan pada kolam ukuran 24 m2
Untuk menurunkan pH air, batang dan bonggol pisang dicacah ukuran 1-2 cm, ditebarkan ke kolam selama 24 jam
- Dapat sebagai media pakan alami, dengan dipotong ukuran agak besar dan dimasukkan ke kolam sehingga akan tumbuh jasad renik/cacing untuk pakan ikan
18. Sente (Alocasia macrorrhiza schott)

Aplikasi
:
Melalui pakan
Target patogen
:
Sebagai imunostimulan pertumbuhan, meningkatkan fekunditas telur hingga 12,5%
Kandungan aktif
:
Saponin, flavonoid, polifenol, asam oksalat, alocasin, tripsin, kemotripsin
Dosis efektif
:
Bonggol sente sumber protein pakan, bonggol dicacah diberi ragi tempe, setelah 3 hari proses fermentasi diberikan ke ikan secara teratur
Diberikan 30% bobot badan diberikan 3 kali sehari

19. Sirih (Piper betle L.)

Aplikasi
:
Melalui perendaman
Target patogen
:
Bakteri :Aeromonas hydrophilapada ikan  penyebab penyakit bercak merah dan borok
Kandungan aktif
:
daun sirih mengandung minyak atsiri
Dosis Efektif
:
2 g ekstrak daun dalam 60 ml air untuk perendaman ikan yang sakit.
Perendaman untuk ichthyophtthirius multifilis selama 12 jam

20. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza ROXB)

Aplikasi
:
Untuk obat luar atau perendaman
Target patogen
:
Bakteri : Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan borok
Kandungan aktif
:
Phenol demetoksikurkumin, kurkumin, minyak atsiri xanthorrhizol, trimeron
Dosis Efektif  
:
Rimpang segar direbus, airnya untuk perendaman ikan yang sakit
Untuk obat luar, rimpang segar diparut, dioleskan pada luka atau borok.

21. Ubi Jalar  (Ipomoea batatas poir)

Aplikasi
:
Melalui pakan dan perendaman
Target patogen
:
Sebagai imunostimulan dan mencegah stres selama transportasi
Kandungan aktif
:
Saponin, flavonoid, polifenol
Dosis efektif
:
30 kg daun diremas-remas untuk mengangkut total 100 kg bobot ikan
Sebagai pakan ikan dan pencegah stres selama transportasi, di dalam jerigen untuk 300 ekor benih, masukkan 20 lembar daun diremas. jika memakai kantong plastik, ambil cairan berwarna hijau dan berlendir dimasukkan ke air dalam kantong.

Sumber : 
Buku Herbal, Balai Riset Perikanan Air Tawar, Bogor

PEMBUATAN ABON IKAN


                                          Gambar terkait
  
                   Tidak hanya abon sapi, abon ikan juga tak kalah lezat dan bisa tersaji istimewa di meja makan rumah anda. Abon ini memiliki cita rasa yang gurih sehingga cocok anda sajikan sebagai pelengkap hidangan nasi. Sayangnya, mencari abon ikan di pasaran tidak semudah membeli abon sapi yang tersedia di mana saja. Tapi tidak perlu bingung karena sajian ini bisa dengan mudah anda buat sendiri. Dengan cara yang tepat, abon ikan akan bercitarasa lezat, kaya bumbu, bebas amis, dan kering. 

Cara Membuat Abon Ikan – Abon ikan adalah variasi olahan ikan yang sering dijumpai di pasar selain abon daging. Hampir sama dengan abon daging, abon ikan juga memiliki tekstur yang garing dan rasa yang gurih. Dan dalam bahasan kali ini, saya akan sajikan cara membuat abon ikan yang gurih dan tidak amis.


Olahan ikan bernama abon adalah produk yang memadukan beberapa proses seperti perebusan/pengukusan, penambahan bumbu-bumbu dan penggorengan. Abon ikan memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang gurih, sangat cocok untuk lauk atau teman makan roti dan dijadikan isi makanan kecil.
Berbagai jenis ikan yang sering dijadikan bahan dasar abon ikan adalah ikan lele, ikan bandeng, ikan cakalang, ikan patin, ikan gabus, ikan patin, ikan cucut, dan ikan tuna. Banyak hal yang perlu diperhatikan untuk membuat abon ikan agar hasilnya garing, gurih dan tidak amis mengingat bahan dasar abon ini adalah ikan bukan daging dengan bau amis yang kuat.

Menghilangkan Bau Amis Pada Ikan
Banyak orang yang enggan untuk mengolah atau mengkonsumsi ikan karena tidak tahan dengan bau amisnya. Padahal ada beberapa bahan yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan, dengan demikian mengolah dan menyantap ikan bukanlah sebuah masalah.
Sungguh disayangkan jika ikan dengan kandungan protein tinggi dan memicu kecerdasan ini dihindari karena bau amisnya. Bukan hanya itu, kandungan selenium pada ikan juga berfungsi sebagai antioksidan untuk tubuh kita, rugi bukan jika tidak mau makan ikan.
Selain bau amis, repotnya makan ikan karena perlu memisahkan daging dari duri-duri juga penyebab lain orang malas mengonsumsi ikan. Nah olahan abon ikan akan cocok untuk anda karena abon ikan terbuat dari murni daging ikan.
 
Agar tidak amis, ada beberapa bahan yang bisa anda gunakan untuk menhilangkan bau amis tersebut, misalnya;
1. Menggunakan air jeruk dan garam dapur
Tentunya sebelum menggunakan dua jenis bahan ini, anda perlu mencuci ikan dengan teliti sehingga kotoran ikan baik di perut dan dibawah kepala benar-benar hilang, cucilah ikan dengan air mengalir.
Jika sudah bersih, lumuri ikan dengan garam lalu tambahkan air jeruk nipis/lemon. Takarannya, untuk 1 kg ikan laut dibutuhkan 3-4 sdm air jeruk dan untuk ikan air tawar 2 sdm ar jeruk. Diamkan selama 20 menit, lalu cuci sampai bersih sebelum diolah. Bisa dilakukan beberapa kali jika pada proses pertama bau amis pada ikan masih tercium.
Garam berfungsi agar minyak ikan yang baunya amis dan menempel dapat keluar sedangkan air jeruk selain menghilangkan bau amis juga menurunkan kadar asin yang dikandung ikan serta menjaga kesegaran ikan saat dimasak.
2. Mentimun
Untuk ikan laut, penggunaan mentimun untuk menghilangkan bau amis akan lebih efektif. Parut mentimun lalu baluri ikan yang telah dicuci bersih dan diamkan selema 20 menit. Cuci lagi sebelum ikan dimasak.
3. Sabun anti bakteri
Sama seperti sebelumnya, ikan perlu dicuci sampai bersih. Setelah itu, cuci ulang menggunakan sabun anti bakteri. Fungsinya, sabun ini akan menjaga ikan tidak cepat busuk dan terlindung dari bakteri.
4. Daun serai dan asam jawa
Penggunaan dua bahan ini cukup mudah yaitu remas daun serai dan asam jawa lalu balurkan pada ikan dan didimkan selama 20 menit.
5. Asam jawa
Sama halnya dengan penggunaan cuka, setelah dicuci bersih, ikan terlebih dahulu direndam air asam jawa selama 30 menit sebelum dimasak dan dicuci ulang.
6. Jahe dan bawang putih
Ikan yang sudah bersih bisa direbus sebentar dengan potongan jahe atau cukup lumuri ikan dengan irisan jahe dan bawang lalu tunggu selama 15 menit.
7. Cuka
Setelah dicuci, ikan cukup direndam dengan air cuka selama 30 menit sebelum diolah. Cairan cuka akan menghilangkan bau amis selama masa tunggu sebelum ikan diolah.
8. Tepung terigu
Meski lebih dikenal sebagai bahan utama untuk kue, ternya tepung terigu dapat menghilangkan bau amis pada ikan. Caranya dengan melumuri ikan dengan tepung terigu dan dilakukan beberapa kali. Terdengar asing karena memang jarang digunakan karena dinilai boros dan mahal.
9. Gula pasir
Ini adalah cara paling sederhana untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Diamkan ikan yang telah ditaburi gula pasir selama 30 menit lalu cuci bersih.

Cara Membuat Abon Ikan
Sebelum membahas tata cara membuat abon ikan gurih dan tidak amis, terlebih dahulu adalah memilih ikan yang bagus untuk dijadikan abon ikan. Ikan apa saja yang anda pilih untuk anda jadikan abon adalah ikan dengan usia kurang lebih 8 bulan ke atas dan berat kurang dari 7 ons.
Bahan-bahan dan Bumbu-bumbu:
  • 100 kg ikan
  • Ketumbar 0,3 kg
  • Bawang Merah 2 kg
  • Bawang Putih 1,6 kg
  • Garam 1,5 kg
  • Jahe 0,1 kg
  • Asam 0,9 kg
  • Laos 0,1 kg
  • Serai
  • Daun Salam
  • Gula 15 kg
  • Minyak Goreng
  • Santan Kelapa (opsional)
Langkah-langkah Membuat Abon Ikan
  1. Bersihkan ikan terlebih dahulu, buang isi perut dan cuci sampai bersih. Selanjutnya potong melintang untuk memudahkan pengukusan.
  2. Agar daging ikan mudah dipisahkan dari tulangnya, ikan perlu dikukus.
  3. Setelah matang, pisahkan daging ikan dari tulangnya lalu tumbuk/cabik-cabik sampai menjadi serpihan halus.
  4. Selanjutnya menyiapkan bumbu-bumbu, semua bumbu yang disiapkan ditumbuk lalu dicampurkan ke daging ikan sampai tercampur rata.
  5. Sipakan wajan besar, jika menggunakan santan, maka panaskan santan sampai keluar minyaknya lalu masukkan ikan yang telah dimbumbui tadi.
  6. Opsi kedua, tuang minyak goreng ke wajan, goreng daging ikan sampai kering dengan terus diaduk-aduk agar tidak gosong. Pastikan semua daging terendam minyak agar diperoleh abon ikan yang kering dan renyah.
  7. Tanda ikan telah matang adalah berubah warna menjadi kuning kecoklatan.
  8. Jika warna telah menunjukkan abon telah matang, angkat wajan dan masukkan abon ke dalam alat press untuk menekan minyak keluar sampai habis.
  9. Keluarkan abon dari alat press dengan garpu, tambahkan bawang goreng jika ingin abon lebih harum.
  10. Abon yang telah dingin bisa dikemas ke dalam kantong plastik, toples atau alat penyimpanan lain. Akan lebih awet dan tahan lama jika dibungkus dengan pembungkus hampa udara.
Sederhana dan mudah bukan? jika belum teralu yakin untuk mencoba membuat dalam jumlah banyak seperti resep diatas, anda bisa mencoba terlebih dahulu membuat abon lele dengan resep rumahan dibawah ini.



Sumber :



2.  https://resepkoki.id/