Sabtu, 16 Maret 2019

WARNA IKAN KOI


                                                   Hasil gambar untuk penyakit pada ikan koi dan cara mengatasinya
Salah satu kriteria ikan koi yang bagus adalah memiliki warna yang cerah, batas warna yang tegas dan tajam. Untuk menjadikan warna koi cerah, hendaknya perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang menentukan warna pada ikan koi:
§ Chromatophores
§ Kualitas air
§ Background color
§ Ganggang koi
§ Suhu

CHROMATOPHORES
Chromatophores adalah pigmen penghasil warna yang terletak pada sel kulit ikan koi, yang terdiri dari pigmen merah (erythrin), hitam (melanin), dan kuning (xanthin).
Warna ikan koi diperoleh dari salah satu pigmen warna atau gabungan diantara tiga pigmen warna tersebut. Misalnya jika koi berwarna orange, maka sebenarnya adalah gabungan dari pigmen warna merah dan pigmen warna kuning. Misalnya lagi, koi warna coklat, itu adalah gabungan pigmen warna hitam dan pigmen warna kuning.
Jika di dalam sel kulit koi tidak mengandung chromatophores, maka ikan koi akan berwarna albino, yaitu berwarna putih.
Ketajaman warna pada ikan koi tergantung pada letak chromatophores, juga tergantung kepadatannya di dalam sel kulit. Semakin dekat di permukaan kulit, warna koi akan semakin cerah dan terang. Demikian juga jika semakin tinggi kepadatan chromatophores, warna ikan koi akan semakin cerah dan jelas.
Pigmen warna tidak disintetis sendiri oleh ikan koi, tetapi diperoleh dari konsumsi pigmen warna dari makanan. Nah, inilah yang digunakan oleh para breeder untuk dapat mengatur pola ketajaman dan kecerahan warna pada ikan koi. Nutrisi makanan sangat penting untuk mencerahkan warna ikan koi.
Jadi cara pertama untuk membuat warna ikan koi lebih cerah adalah,
PEMBERIAN PAKAN COLOR ENHANCHER UNTUK MENINGKATKAN KEPADATAN PIGMEN WARNA PADA KOI
Ikan koi yang tidak diberi pakan untuk meningkatkan kepadatan pigmen warna, maka ikan akan menjadi lebih pucat dan kurang indah. Koi yang semula memiliki kualitas bagus, bisa menurun kualitasnya jika pakan yang diberikan tidak menambahkan unsur penguat pigmen warna.
Di alam bebas, ikan koi mendapatkan pigmen warna dari makanan seperti ganggang, udang, siput, dan makanan yang lainnya.
Di kolam breeder, penambahan pigmen warna ikan koi diberikan pada makanan yang disebut makanan color enhancher.
Hanya saja, perlu juga diperhatikan, jangan terlalu berlebihan memberiakan pakan yang mengandung color enhancher ini. Misalnya pada ikan koi jenis kohaku. Pemberian makanan yang mengandung color enhancher berlebihan membuat pigmen erythrin menjadi terlalu kuat, sehingga warna putih kohaku berubah menjadi warna merah muda. Justru ini tidak baik menurut standar koi kohaku.
Jika demikian, yaitu saat ikan koi kelebihan pakan yang mengandung color enhancher, maka pemberian pakan dapat dihentikan sampai warna koi pulih seperti semula.
Jumlah chromathophores pada ikan koi cenderung konstan di sepanjang hidupnya, sehingga saat koi semakin besar, kepadatan pigmen warna ini dalam tubuhnya menjadi semakin berkurang akibat luas penampang tubuh ikan koi yang semakin besar. Hal ini menjadi wajar mengapa ikan koi yang sudah tua dan berukuran besar menjadi sedikit memudar ketajaman warnanya.
Telah kita jelaskan pada artikel terdahulu, mengenai jenis ikan koi, bahwa jenis sanke dan showa dapat mengalami perubahan warna seiring usianya. Hal ini juga terkait dengan jumlah chromatophores yang terdapat dalam sel kulitnya.
Sel chromatophores adalah sel bercabang. Sehingga pigmen warna dapat berpindah dan menyebar. Hal ini menyebabkan warna di pusat sel menjadi memudar dan pucat.
Itulah faktor utama yang menjadi penentu warna pada ikan koi. Chromatophores sendiri di pengaruhi oleh pakan, kualitas air, background color, ganggang koi, dan suhu.
Pakan ikan koi yang bertujuan mencerahkan dan mencemerlangkan warna ikan koi adalah pakan yang banyak mengandung zat karoten.
Pakan yang mengandung karoten adalah wortel, alga, ganggang spirulina, chlorella, semangga, sawi, kubis, cabai hijau, kepiting, udang-udangan, krill, trout, salmon, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, cacing darah, dan lain-lain. Pakan tersebut dapat ditambahkan ke dalam pakan ikan koi selain untuk meningkatkan nutrisi protein ikan koi, juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pigmen warna kulitnya.
Cara membuat pakan untuk mencerahkan warna ikan koi dengan kerapas kepiting dan udang
1.      Pelet ikan koi direndam dalam air hangat selama kurang lebih 15 menit.
2.      Giling kulit udang dan karapas kepiting sampai halus.
3.      Pelet yang sudah lunak dicampur dengan kulit udang dan kerapas kepiting.
4.      Perbandingan pelet, kulit udang, dan karapas kepiting adalah 8:1:1.
Kulit udang dan karapas kepiting dapat juga dibuat pasta dengan cara mencampur gilingan halus tersebut dengan air dan kanji. Campuran bahan ini dapat dikukus dan disimpan untuk diberikan sebagai pakan ikan koi.
Pemberian pakan ini dapat dilakukan 2 kali sehari, pagi dan sore hari. Dengan dosis 1/40 dari berat koi. Ini sesuai dengan dosis dari dinas perikanan. Sebagai contoh, ikan koi dengan panjang 30 cm dapat diberikan 2 butir pasta seukuran biji kelereng setiap kali pemberian pakan.
Tidak hanya dalam bentuk pakan, pemberian nutrisi pencerah pigmen warna ikan koi dapat juga dilakukan dengan menambahkan obat-obatan dalam pakan ikan. Obat-obatan yang sering ditambahkan dalam pakan ikan diantaranya adalah:
§  serbuk cr-5
§  serbuk cr-6
§  astaxantine
§  spirulina powder
Dosis dan cara pakainya biasanya telah dijelaskan dalam petunjukkan produknya. Biasanya obat dilarutkan dalam air lalu dicampurkan dalam pelet pakan ikan koi, sesuai dosis/takaran yang diberikan.

KUALITAS AIR
Kualitas air yang bagus dapat meningkatkan kecerahan warna ikan koi. Air kolam ikan koi yang tidak sehat, misalnya terlalu banyak mengandung kotoran, amonia, nitrit, atau nitrat dapat menyebabkan warna ikan koi memudar sekaligus juga dapat menimbulkan penyakit ikan koi. Jadi langkah selanjutnya dalam upaya untuk mencerahkan ikan koi adalah,
MENJAGA KUALITAS AIR DALAM KOLAM IKAN KOI
Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga PH air dan water hardness pada kolam ikan koi. Pigmen warna merah cenderung tersebar pada soft water dan air yang lebih asam. Sedangkan warna hitam dapat menyebar pada hard water air kolam dan air dengan kandungan alkali.
BACKGROUND COLOR
Yaitu warna dasar dari ikan koi itu sendiri. Pemberian zat tambahan pada kolam ikan, misalnya pemberian garam pada kolam ikan koi saat perawatan dan pengobatan ikan koi, dapat menyebabkan sel kulit ikan koi berkonsentrasi untuk menghasilkan pigmen warna secara lebih sedikit.
Hal lainnya misalnya pemberian antibiotik dalam perawatan ikan koi. Biasanya ditambahkan dalam kolam ikan atau disuntikkan. Hal ini juga dapat mempengaruhi kecerahan warna pada ikan koi.
Sehingga menjadi penting sekali menjaga kesehatan kolam ikan koi agar upaya-upaya perawatan dari serangan penyakit dapat dikurangi frekwensinya karena hal itu dapat menurunkan kecerahan warna pada ikan koi.
GANGGANG KOI
Kolam ikan yang kaya akan ganggang hijau, sebenarnya bagus sekali untuk menjaga pigmen warna ikan koi. Makanan ini secara alami dapat memenuhi nutrisi yang bagus untuk menjaga pigmen warna koi. Sehingga, ini juga dapat anda perhatikan untuk mencerahkan warna ikan koi, yaitu:
KOLAM KAYA GANGGANG HIJAU DAPAT MENCERAHKAN WARNA IKAN KOI
Hanya saja, dari segi estetis, kolam yang kaya ganggang hijau menjadi berwarna hijau airnya. Sehingg ini tidak sedap dilihat dari atas.
Dengan demikian dapat dicari solusi alternatif, yaitu dengan mencukupi kebutuhan ganggang pada ikan koi dengan pemberian pakan alternatif pengganti ganggang.
SUHU
Pada suhu tinggi, misalnya pada musim panas, warna ikan koi cenderung memudar sehingga nampak kurang bagus, sehingga pada musim dingin, warna koi berada pada kondisi terbaiknya. Simak juga kaitan antara suhu udara dengan pola pemberikan pakan ikan koi dalam artikelnya disini.
Dengan demikian, hal ini dapat menjadi pertimbangan kapan saat terbaik untuk memperolah kecerahan warna terbaik pada ikan koi. Jadi, langkah untuk mencerahkan warna kulit pada ikan koi berikutnya adalah dengan,
MENGATUR SUHU AIR KOLAM TETAP PADA SUHU TERBAIKNYA
Di samping itu, salah satu faktor penting yang mempengaruhi warna ikan koi adalah cahaya matahari. Cahaya matahari yang cukup dapat membuat warna ikan koi menjadi tajam. Tetapi, terlalu banyak mendapatkan cahaya matahari juga dapat meningkatkan suhu air kolam, sehingga dapat memudarkan warna ikan koi kita.
Jadi dirasa penting sebagai upaya untuk mencerahkan warna ikan koi agar menjadi tegas dan tajam adalah,
MENGATUR PENCAHAYAAN MATAHARI SECARA OPTIMAL
Itulah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membuat warna ikan koi menjadi cerah, tajam, dan tegas. Secara lebih ringkas dan singkat, cara mencerahkan warna koi tersebut adalah:
1.      Pemberian pakan color enhancher untuk meningkatkan kepadatan pigmen warna pada koi
2.      Menjaga kualitas air dalam kolam ikan koi
3.      Kolam kaya ganggang hijau dapat mencerahkan warna ikan koi
4.      Mengatur suhu air kolam tetap pada suhu terbaiknya
5.      Mengatur pencahayaan matahari secara optimal

Bagaimana? Apakah anda memiliki cara lain yang bisa dilakukan selain apa yang telah kita utarakan di atas? Jika ada, dengan senang hati kami akan menambahkan pada artikel ini semoga dapat menjadikan manfaat pada orang lain yang juga membutuhkan informasinya. Silahkan meninggalkan informasi pada kolom komentar di bawah ini. Dan sebelumnya, kami mengucapkan banyak terima kasih untuk itu.
Sumber :
https://www.ikankoi.org

Kamis, 28 Februari 2019

KEMATIAN BUDIDAYA IKAN AKIBAT UP WELLING


                                   Hasil gambar untuk AKIBAT UP WELLING
Danau merupakan suatu ekosistem yang kompleks. Banyak fenomena-fenomena fisika yang mempengaruhi kestabilan suatu ekosistem danau, salah satunya adalah upwelling. Upwellingmerupakan fenomena yang biasa terjadi di suatu wilayah perairan seperti danau/waduk dan lautan/samudra yang dipengaruhi olehwind-driven motion (angin bergerak) yang kuat, dingin yang biasanya membawa massa air yang kaya akan nutrien ke arah permukaan laut. Sebaliknya, downwelling ditandai dengan bertemunya arus dan intrusi air hangat .  Selain itu upwelling juga dapat diartikan sebagai  fenomena naiknya massa air danau. Gerakan naiknya massa air ini juga diakibatkan karena adanya stratifikasi seperti lapisan yang memiliki perbedaan densitas pada setiap lapisannya karena dengan bertambahnya kedalaman perairan maka suhunya akan semakin turun dan densitas meningkat hal ini menimbulkan energi untuk menggerakkan massa air secara vertikal. Fenomena upwelling salah satunya dipengaruhi oleh angin dan adanya proses divergensi ekman. Angin yang mendorong lapisan air permukaan menyebabkan kekosongan di bagian atas, sehingga air yang berasal dari bawah menggantikan kekosongan yang berada di atas. Oleh karena itu suhu air yang dari dasar perairan belum terkena atmosfer sehingga suhu dan oksigennya masih rendah. Di daerah upwelling biasanya banyak terdapat ikan karena arus ini mengandung larutan nutrien seperti nitrat dan fosfat, sehingga cenderung banyak mengandung fitoplankton sebagai pakan alami ikan.
Fenomena arus balik atau upwelling, pada lingkungan perairan, baik itu di laut maupun perairan tawar, bahkan payau merupakan peristiwa alam yang terjadi  secara alamiah. Upwelling atau arus balik massa air terjadi ketika ada perbedaan suhu dalam perairan, antara suhu air di permukaan (bagian atas) dengan suhu air yang berada di dasar danau. Ketika terjadi penurunan suhu udara, misalnya ketika peralihan musim dari musim kemarau ke penghujan, suhu udara turun. Kondisi ini juga terjadi ketika cuaca dalam kondisi mendung dan tanpa matahari. Akibatnya, suhu permukaan air turun.
 Akibat dari perbedaan suhu air ini, terjadi arus air dari dasar laut ke permukaan. Fenomena ini tidaklah mengherankan, mengingat air yang bersuhu yang lebih rendah memiliki densitas yang lebih tinggi daripada air yang bersuhu hangat. Sehingga air dingin akan tenggelam, sebaliknya air yang lebih hangat akan terapung ke arah permukaan.
 Di perairan laut, fenomena upwelling menciptakan kondisi permukaan air yang kaya akan nutrient bagi ikan. sehingga, di tempat-tempat tersebut, banyak terdapat fitoplankton yang tumbuh subur. Makanan alami pun melimpah sehingga di daerah ini akan ditemui banyak ikan.
 Upwelling memberikan dampak negatif pada perairan danau, waduk dan tambak karena dapat mematikan kultivan yang ada di dalamnya. Hal ini disebabkan karena semakin banyaknya biota yang dibudidayakan di Keramba Jaring Apung (KJA) sehingga  terjadi residu penumpukan sisa pakan buatan/pelet. Selain itu hasil metabolisme dari kultivan seperti urine dan feses. Terakumulasinya bahan-bahan organik tersebut menyebabkan turunnya kadar oksigen dan meningkatnya kadar NH3, NO2 dan H2S yang pada konsentrasi tertentu dapat mematikan ikan. Kotoran ikan dapat menimbulkan deposisi yang meningkat di dasar perairan, selanjutnya mengakibatkan penurunan kadar oksigen di bagian dasar
Fenomena upwelling merupakan gejala alam yang terjadi secara rutin, khususnya di awal musim penghujan saat cuaca mendung dimana intensitas cahaya matahari sangat rendah sehingga menyebabkan rendahnya laju fotosintesis dan rendahnya produksi oksigen (O2) dalam air. Pada kondisi hujan terus-menerus, suhu permukaan air rendah sehingga massa air di dasar danau/waduk lebih hangat yang berakibat massa air (baik berupa padatan maupun gas) di bawah itu naik ke atas yang membawa senyawa toksik (NH3 dan H2S) sehingga ikan-ikan sulit bernafas karena konsentrasi oksigennya minim yang mengakibatkan kematian massal ikan. Fenomena ini biasanya ditandai dengan mulai mabuk atau mengambangnya ikan di permukaan air, bahkan lebih parah lagi matinya ikan yang hidup di dasar perairan. Kematian secara massal ikan budidaya sistem KJA mencapai kerugian milyaran rupiah akibat upwelling sudah sering terjadi di berbagai perairan yang memiliki kawasan pengembangan KJA. Banyak kasus kematian ikan massal di danau/waduk di Indonesia dintaranya: 1). Waduk Cirata-Jawa Barat pada Oktober hingga Desember 2009 dilaporkan sekitar 50 ton ikan mati, 2). Danau Maninjau-Sumbar dilaporkan 13.000 ton ikan mati pada tahun 2009, sekitar 2.000 ton ikan mati di Danau Maninjau pada November 201, 3). Waduk Jatiluhur-Jawa Barat dilaporkan 3.500 ton ikan mati pada bulan Februari 2006, 4). Danau Tondano-Sulawesi Utara dilaporkan 300 ton ikan mati pada bulan November 2010, 5). Waduk Dharma - Jawa Barat dilaporkan 41,7 ton ikan mati pada bulan Oktober 2010.
            Usaha untuk menanggulangi dampak upwelling yang sangat merugikan ini salah satunya dengan cara adanya penataan ruang perairan, pengaturan jumlah unit KJA yang beroperasi, teknik budidaya dan konstruksi KJA serta cara pemberian pakan akan sangat menentukan kelestarian lingkungan perairan.

Kematian massal ikan yang dibudidayakan di kantong mengambang (Jakapung) akibat upwelling sering terjadi di berbagai perairan danau dan waduk. Beberapa waktu lalu, ratusan ton ikan di Danau Maninjau di Sumatera Barat meninggal menyebabkan hilangnya uang hingga ratusan juta rupiah. Kasus kematian ikan yang cukup umum juga sering terjadi di Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali dan di beberapa daerah lain. Jadi, bagaimana mengatasi masalah?

Fenomena upwelling yang kerap terjadi pada awal musim hujan, saat mendung atau saat hujan. Upwelling atau umbalan adalah peristiwa air yang naik di dasar danau karena suhu air di permukaan lebih dingin dari suhu di bawahnya. Dalam kondisi curah hujan terus menerus, suhu permukaan air rendah sehingga massa air di bagian bawah danau lebih hangat menghasilkan massa air (baik padat maupun gas) di bawahnya naik ke atas yang membawa senyawa beracun (NH3 dan H2S) sehingga Ikan sulit bernafas karena konsentrasi oksigen minimal yang mengakibatkan kematian masal pada ikan.
Untuk mengatasi kematian massal ikan, yang bisa dilakukan dengan memanen ikan lebih awal. Untuk bisa memanen ikan tadi, peternak ikan harus rajin memantau kondisi kualitas air setiap hari. Entah menggunakan peralatan khusus atau secara alami dengan memperhatikan karakteristik awal upwelling. Bila kualitas air mendadak turun, ikan harus segera dipanen. Panen ikan dikumpulkan dalam wadah di luar waduk / danau yang dilengkapi dengan aerator / blower untuk suplai oksigen tambahan.
 Tip lainnya adalah menggunakan kantong jaring ganda di jakapung. Cara ini untuk mengurangi toksisitas di bagian bawah danau yang disebabkan oleh sisa makanan yang tidak dikonsumsi oleh ikan yang ditanam di kantong bersih pertama. Pada prinsipnya jakapung ganda ganda ini lebih menghemat tempat/lokasi pemeliharaan dibanding jakapung tunggal. Jaring pertama yang ukurannya lebih kecil untuk memeilhara ikan karper. Sedangkan lapisan kedua yang lebih besar untuk wadah pemeliharaan nila. Dengan cara ini pakan ikan mas yang terbuang bisa lebih ditekan karena dimanfaatkan oleh nila.
 Selain itu, trik lain yang bisa digunakan adalah memindahkan lokasi jakapung bila akan terjadi umbalan ke lokasi perairan yang lebih dalam. Memindahkan lokasi jakapung ke lokasi yang lebih dalam dapat mengurangi risiko terjadinya umbalan (holomictic), karena cenderung lebih stabil atau sulit untuk diaduk.
 Tip lain yang bisa dilakukan adalah menyediakan bak fiberglass yang dilengkapi dengan blower / aerator di lokasi budidaya jakapung. Ikan yang mulai terlihat lelah (berenang terengah-engah di permukaan air) bisa ditangkap dan ditampung dalam bak penampung. Cara lain yang bisa dilakukan adalah mengganti jenis ikan yang dibudidayakan dengan jenis ikan yang bisa hidup di perairan dengan konsentrasi oksigen rendah (DO), seperti ikan patin  dan lele.

Sumber :
http://fifiazulti86.blogspot.com/
https://www.isw.co.id/

PENYAKIT PADA IKAN MAS KOKI


                                      Hasil gambar untuk ikan mas koki
Ikan mas koki sangat rentan sekali terhadap penyakit terutama kalau kita lalai dalam hal menjaga kebersihan akuarium baik disengaja maupun tidak disengaja. Perubahan cuaca yang ekstrim juga dapat menurunkan kekebalan tubuh ikan mas koki terhadap jamur, bakteri dan parasit yang ada di akuarium. Untuk pengaruh cuaca penanggulangannya bisa menggunakan pensetabil suhu atau heater akuarium yang bisa kita beli di toko- toko akuarium atau ikan hias atau di pasar pasar ikan.
Lalu bagaimana jika ikan mas koki kita mengalami sakit???? jawabannya adalah Segera Diobati. Jadi ikan mas koki harus segera kita diobati jika sudah ada ciri- ciri sebagai berikut:1.    Perubahan sikap ikan mas koki dari yang tadinya aktif menjadi cenderung pendiam kadang diam di dasar kadang diatas.
2.    Gerakan yang kurang lincah.
3.    Perubahan warna menjadi lebih pucat.
4.    Ada bercak- bercak pada tubuh ikan mas koki.
5.    Sirip dan ekor terlihat lebih layu atau rusak, sobek atau patah, teliti juga bagian ujungnya terkadang ada bercak merah.
6.    Nafsu makan berkurang.
7.    Wajah ikan mas koki menjadi lebih murung, terlihat lesu karena mata yang menjadi tidak cling langi.
Lalu penyakit apa yang sedang di derita ikan mas koki kesayangan kita dan bagaimana cara mengobatinya???

Ikan mas koki bisa dibilang ikan yang rentan terhadap suatu penyakit. Banyak orang bilang ikan koki gampang mati. Bisa benar bisa juga tidak pernyataan itu. Sebab kematian ikan mas koki sesungguhnya bukan hanya di karenakan jenis ikan ini lemah, melainkan ada faktor lain penyebab kematian ikan koki ini, yaitu kesalahan dari sang pemelihara yang belum mengerti akan karakteristik ikan ini sehingga kesehatan ikan terganggu dan akhirnya mati.
Contoh kesalahan pemelihara yang sering terjadi adalah: 


1.    Kebersihan air yang tidak dijaga dan tercemar amoniak, misalnya akibat dari pemberian makan yang salah, filter yang kurang baik, sirkulasi air yang kurang tepat dan cara penggantian air yang kurang tepat. Ingat, ikan mas koki sangat tidak tahan terhadap amoniak terlaru dalam air.
2.    Kurangnya oksigen terlarut dalam air, yang diakibatkan oleh pemasangan aerator yang kurang pas dan sirkulasi air yang kurang bagus.
Pada pokok bahasan kali ini dengan judul Penyakit Pada Ikan Mas Koki dan Pengobatannya lebih menjurus pada faktor kesalahan yang pertama diatas yaitu "Kebersihan air yang tidak dijaga". Kotornya air akan menimbulkan berbagai parasit, bakteri dan jamur, yang secara otomatis karena air ini adalah media hidup bagi si ikan koki maka ikan koki akan dengan mudah terserang parasit, bakteri atau jamur tersebut dan akhirnya jatuh sakit dan apabila tidak ditangani dengan benar akan segera menyebar ke seluruh penghuni akuarium bahkan sampai kematian berantai. hahahahaha serem kan???

Umumnya penyakit dapat timbul akibat salah pemeliharaan pada ikan mas koki. Ikan mas koki yang mati sesungguhnya bukan hanya dikarenakan lemah namun akibat kekeliruan didalam perawatan ikan mas koki tersebut terutama pada kualitas air seperti, Air yang tercemar amoniak, kurang oksigen, serta lama tidak diganti. Kondisi air tersebut bisa mengganggu kesehatan ikan. pengaturan air yang pas salah satunya dengan pemakaian filter yang dapat membuat situasi akuarium bersih serta nyaman untuk ikan. Pengamatan pada penyakit mesti dikerjakan tiap-tiap hari dengan menyelidiki adakah koki yang alami pergantian sikap misalnya tidak aktif berenang, sering berdiam di dasar kolam atau di permukaan dan tidak nafsu makan.

Berikut penyakit penyakit yang dapat menyerang ikan mas koki yang dapat kita amati dari luar beserta cara pengobatannya:

1.Lernaea ( cacing perioder )
Penyebab : parasit yang melekat serta menusuk layaknya jarum. menembus tutup insang, badan, sirip serta mata.
Tanda-tanda : tampak ada luka di lebih kurang area yang terserang.
Penanggulangan : penyembuhan dikerjakan gunakan dipterex atau sumition 50ec dengan dosis 1cc/m3air. atau dengan merendam mas koki yang sakit sepanjang 10 menit didalam larutan formalin dengan dosis 250 mg formalin : 100 liter air. perendaman di lagi tiga kali sepanjang tiga hari. untuk memberantas mata rantai penyakit, rendam juga akuarium didalam larutan tetracyclin dengan dosis 250 mgtetracyclin : 250 liter air sekurangnya 5 jam. ulangilah tiga kali didalam tiga hari.

2. Jamur ( saprolegniasis )
Penyebab : jamur yang nampak saat suhu dingin.
tanda-tanda : tubuh ikan terlihat layaknya diselimuti kapas. sisi yang terserang umumnya kepala, tutup insang serta sirip.
Penanggulangan : ikan mas koki yang diserang penyakit direndam didalam larutan malachite green dengan dosis 3 gr/m3 air sepanjang 20 menit.

3. Bakteri aeromonas ( punctata )
Penyebab : bakteri ganas aeromonas.
Tanda-tanda : badan ikan jadi suram serta tidak cerah, kulitnya seperti melepuh. berenang amat lemah di permukaan air dengan megap-megap kekurangan oksigen.
Penanggulangan : dengan pencampuran 50 mg terramicine 50 mg/kg pakan serta diberikan dengan berturut-turut sepanjang 7 hari. tetapi, ikan yang terinfeksi berat baiknya dimusnahkan.

4. Bakteri pseudomonas
Penyebab : bakteri psedomonas flurescens.
Tanda-tanda : kulit ikan alami pendarahan. luka umumnya lantas memborok sirip jadi grepes serta habis.
Penanggulangan : dengan mencampurkan oxytetracyclin 25 mg/kg pakan. diberikan sepanjang 7 hari berturut-turut.

5. Bintik putih ( white spot )
Penyebab : protozoa ichthyophtirius multifilis yang ganas.
Tanda-tanda : seluruh atau beberapa tubuh ikan mas koki terlihat dihiasi bintik kecil berwarna putih. pada infeksi berat, dapat terlihat tanda-tanda selaput putih. ikan jadi gatal serta kerap menggosok-gosokan badannya dan berenang kepermukaan dengan amat lemah.
Penanggulangan : dibuatkan larutan methylene blue 1 persen ( 1 gram didalam 100 cc air ) lantas campuran ini di ambil 2-4 cc digabung dengan 4 liter air serta ikan mas koki yang diserang penyakit lantas direndam didalamnya sepanjang 24 jam. kerjakan penyembuhan ulangan hingga ikan pulih.

Tips Selama Pengobatan Ikan Mas Koki
Untuk pengobatan sebaiknya gunakan heater atau pemanas pada akuarium untuk mensetabilkan suhu. setel pada suhu 29 atau 30 derajat celcius pada akuarium memperhangat suhu akuarium yang nantinya berfungsi untuk mempercepat proses penyembuhan ikan. Ingat, jika agan punya ikan jenis sapu2 diakuarium sebaiknya ikan sapu- sapu dipindahkan terlebih dahulu karena ikan ini tidak kuat pada suhu tersebut.
Untuk pencegahan serta penularan penyakit pada ikan lain sebaiknya ikan yang sakit tersebut dipisahkan atau  di karantina pada wadah terpisah bisa berupa bak, ember, panci yang penting diberi aerator dan penggantian seperempat air yang rutin setiap hari. Akan lebih baik lagi kalau agan sediakan akuarium atau wadah khusus khusus karantina ikan yang sakit.
Sumber :
http://www.goldenwestindo.com/berbagai-jenis-dan-tipe-makanan-ikan